Sugihartoyo Laporkan Rektor Untag ke Polisi

1360 views
banner 468x60)

perpenas UNTAG

Banyuwangi, Memorandum – Tindakan penghadangan dan pengusiran dengan melibatkan sejumlah siswa-siswi SMA 17 Agustus 1945 oleh Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi, Drs Tutut Hariyadi, terhadap Sugihartoyo, SH dan sejumlah Pengurus Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas) 17 Agustus 1945 saat hendak melakukan aktifitas di kantornya yang terletak di lingkungan UNTAG, Selasa (9/11) lalu, berbuntut panjang.

Dengan didampingi beberapa orang Pengurus Perpenas lainnya, Kamis (12/11) kemarin Sugihartoyo datang ke Polres Banyuwangi untuk melaporkan tindakan Rektor dan kelompoknya yang dianggap telah melakukan penghinaan, penghasutan dan sekaligus menyebar fitnah kepada siswa-siswi SMA 17 Agustus 1945, sehingga mereka mau digerakkan untuk melakukan penghadangan.

Selain kasus penghadangan dan pengusiran Pengurus Perpenas, Rektor UNTAG juga dilaporkan terkait kasus pelarangan datang ke kampus terhadap 4 orang Dosen dan 5 karyawan UNTAG.

“Sesuai Hasil Periodisasi Pengurus sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar Perepenas, kami punya hak untuk memulai aktifitas sebagai Pengurus Perpenas periode 2015 – 2020. Namun ketika kami datang ke Kantor, kami diusir dan diperlakukan secara tidak manusiawi. Kami telah dipermalukan dihadapan para Mahasiswa. Tindakan penghadangan dilakukan secara brutal dan cenderung anarkhis dengan mengerahkan siswa-siswi SMA 17 Agustus 1945 dengan cara menghasut mereka,” kata Sugihartoyo, dihadapan petugas yang menerima laporan.

Juru bicara Pengurus Perpenas, Nurul Islam, SH, menjelaskan, selain ada nama Rektor UNTAG 45 TH, juga ada beberapa orang dari Unit Kerja Perpenas, diantaranya; Kepala SMA 17 Agustus 1945 dan Pembantu Rektor II, In,  yang juga dilaporkan ke Polisi.

Menurutnya, semua tindakan dan kejadian ini jelas-jelas terkait dengan proses Periodisasi Pengurus Perpenas yang telah dilakukan secara sah pada 21 Oktober 2015 lalu. “Proses periodisasi Pengurus Perpenas yang memilih Sugihartoyo dengan 3 suara (dari 5 pemegang hak suara) sebagai Ketua Perpenas 2015 – 2020, sudah sah dan sesuai dengan Anggaran Dasar Perpenas yang telah disahkan oleh Kemenkumham.

Hasil Periodisasi Pengurus Perpenas terpilih itu juga sudah di-sahkan melalui akte notaris. Semua dokumen itu sudah kita kirim ke Kemenkumham dan Dirjen Dikti. Jadi secara legal-formal sudah tidak ada masalah. Pengurus Perpenas 2015 – 2020 sudah bisa memulai aktifitasnya.

Kasus penghadangan dan pengusiran ini pasti terkait dengan proses periodisasi. Dan ini terjadi karena ada yang tidak legowo terhadap hasil periodisasi Pengurus periode 2015 – 2020,” jelas Nurul Islam, yang mengaku sempat diseret dan didorong hingga keluar pagar Kampus pada saat kejadian pengusiran. (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

MEMORANDUM

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply

*