Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PARIWISATA » Sudah Berlangsung 1 Bulan Proyek ‘Break Water’ Pantai Pancer Tanpa Papan Nama

Sudah Berlangsung 1 Bulan Proyek ‘Break Water’ Pantai Pancer Tanpa Papan Nama

(751 Views) June 30, 2016 6:29 pm | Published by | No comment
Proyek Break Water Pantai Pancer 2

– Warga Pancer, saat menyaksikan pekerjaan Proyek Break Water milik Dinas Perikanan dan Kelautan Prov Jatim di pantai Pancer

Banyuwangi, Memorandum – Proyek bangunan pemecah gelomgang (Break Water) dan pengerukan senilai Rp 38 miliar milik  dari Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur di Pantai Pancer, Desa Sumberagung, Pesanggaran, sudah berjalan sejak 1 bulan yang lalu. Namun, pihak pelaksana proyek yakni; PT Indah Jaya Temiluk, tidak memasang papan nama proyek.

Seorang Nelayan Pancer, Ahmad, saat ditemui dirumahnya mengungkapkan, mestinya pihak proyek memasang papan nama agar masyarakat mengetahui jumlah anggaran dan volume pekerjaan serta batas waktu pengerjaannya sampai kapan.

Terkait masalah tersebut, Pengawas proyek, Ir Anang Bahtiar, mengaku  sudah mengusulkan ke Surabaya agar papan nama proyek segera dipasang. “Pesangan papan nama proyek itu kewenangan Kantor Surabaya.  Kami di sini hanya menunggu perintah dari Surabaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kordinator Pengelolah Pelabuhan Instalasi Pelabuhan Perikanan Pancer, Dinas Perikanan dan Kelauatan Propinsi Jatim, Heru Prastiyo, ditemui terpisah membenarkan bahwa proyek tersebut tidak memasang papan nama proyek. “Mestinya PT Indah Jaya Temiluk memasang papan nama agar masyarakat Pancer bisa melihat jumlah anggaran itu berapa. Padahal pembangunan break water dan pengerukan pantai Pancer itu anggaran sebesar Rp 38 miliar,” kata Heru Prastiyo.

Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir kondisi jalan menuju lokasi wisata Wedi Ireng dan Pulau Mustoko, mulai rusak dan berlubang. Padahal Jalan hotmix itu baru selesai dibangun bebebrapa waktu lalu, kini kondisinya sudah hancur dan memprihatinkan. Kondisi jalan yang rusak dan berlubang itu jelas-jelas diakibatkan oleh hilir-mudik Dump Truck pengangkut material galian C untuk kebutuhan proyek braek water.

Namun, sampai saat ini pihak Pemerintah Desa setempat terkesan sengaja membiarkan kondisi tersebut. Pengawas Proyek, Ir, Anang Bahtiar, membenarkan bahwa kondisi jalan yang rusak itu diakibatkan Dump Truck proyek break water. Menurutnya, pihaknya akan membenahi kondisi jalan yang rusak tersebut. Jalan tersebut direncanakan akan diurug dengan sirdes (pasir padas). Untuk menutupi kerusakan jalan yang berlubang ungkapnya.

Kordinator Pengelolah Pelabuhan Instalasi Pelabuhan Perikanan Pancer, Heru Prastiyo, ditemui terpisah bahwa pihak proyek sudah sering kali di ingatkan, namun pihaknya tidak mengindahkan tuturnya. Bahkan kondisi jalan yang rusak ini sudah kita sampaikan ke Muspika Kecamatan Pesanggaran, agar pihak Muspika mengetahui jalan yang rusak itu akibat dump truck muat batu sergahnya. (swa)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

 

Categorised in: ,

No comment for Sudah Berlangsung 1 Bulan Proyek ‘Break Water’ Pantai Pancer Tanpa Papan Nama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*