Strategi Pengamanan Arus Balik Ketapang 2026 disiapkan Matang, Termasuk 16 Buffer Zone dan Kewajiban Tiket Online Ferizy
- News
- calendar_month Selasa, 24 Mar 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
InfoBanyuwangi.com – Arus balik Ketapang di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mulai menunjukkan tren peningkatan menjelang akhir masa libur Lebaran 2026. Sejak Senin, (23/03/2026), lonjakan jumlah kendaraan pemudik sudah mulai terlihat, dengan dominasi kendaraan roda dua yang memadati jalur menuju pelabuhan.
Kondisi ini diperkirakan akan mencapai titik puncak pada periode (26/03/2026) hingga (29/03/2026). Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran arus balik Ketapang.
Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang digelar di Posko ASDP Ketapang pada Selasa, (24/03/2026). Rakor ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, serta Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan.
Menariknya, rapat tersebut juga terkoneksi langsung secara virtual dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sehingga koordinasi dapat berjalan lebih efektif antara pusat dan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menentukan waktu perjalanan selama arus balik Ketapang.
“Bagi pemudik bisa mengatur waktu perjalanan, dan terus memantau informasi agar tidak terjadi kepadatan. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Work Form Anywhere (WFA), yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi alternatif dalam memilih waktu perjalan,” kata Mujiono.
Imbauan tersebut menekankan pentingnya pemanfaatan kebijakan fleksibilitas kerja untuk menghindari penumpukan kendaraan pada waktu-waktu krusial.
Selain itu, strategi utama yang disiapkan adalah penerapan buffer zone Ketapang yang tersebar di berbagai titik strategis. Sebanyak 16 lokasi telah dipersiapkan sebagai kantong parkir sementara untuk menampung kendaraan saat terjadi lonjakan.
“Ada 16 titik buffer zone yang disiapkan untuk menampung kendaraan jika terjadi kepadatan,” kata Kapolresta.
Adapun beberapa titik tambahan yang juga difungsikan sebagai area parkir penunjang meliputi:
- RTK Tanjungwangi
- Terminal Sri Tanjung
- SPBU Sri Tanjung
- Kawasan Grand Watu Dodol (GWD)
Dengan adanya buffer zone Ketapang ini, diharapkan distribusi kendaraan menuju pelabuhan dapat lebih terkontrol dan tidak menimbulkan kemacetan panjang.
Pengamanan juga diperketat dengan melibatkan berbagai unsur gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, serta pihak terkait lainnya.
“Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, serta stakeholder terkait lainnya juga terus disiagakan,” tambah Kapolresta.
Di sisi lain, sistem layanan penyeberangan juga mengalami penyesuaian melalui penerapan tiket digital. Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano menegaskan bahwa tidak ada lagi penjualan tiket secara langsung di pelabuhan.
Seluruh pengguna jasa diwajibkan membeli tiket melalui platform Ferizy yang dapat diakses hingga H-60 sebelum jadwal keberangkatan.
Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat proses layanan, mengurangi antrean, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jasa selama arus balik Ketapang berlangsung.
Dengan kombinasi strategi buffer zone Ketapang, pengamanan terpadu, serta digitalisasi layanan tiket, diharapkan puncak arus balik 2026 dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti.
Langkah ini menjadi bukti kesiapan Banyuwangi dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan lintas Jawa–Bali.*
Penulis Info Banyuwangi
Penulis percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.


Saat ini belum ada komentar