Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » “Semar Bangun Kahyangan” Lakon Wayang Kulit Bersih Desa

“Semar Bangun Kahyangan” Lakon Wayang Kulit Bersih Desa

(1566 Views) October 29, 2015 4:59 pm | Published by | No comment
bersih desa banyuwangi

Kades Kebondalem, Moch Iksan SH menyerahkan gunungan wayang purwo kepada , Ki Dalang Yowono Lebdo Carito

Banyuwangi, Memorandum – Melanggengkan adat istiadat, masyarakat Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo menggelar acara bersih Desa atau ritual mengucap syukur dan terimkasih atas hasil yang dicapai pemerintah Desa Kebondalem, kemarin malam (27/10)

Melalui dana hasil swadaya masyarakat dibantu pemerintah desa setempat, puncak acara ritual di Kebondalem, digelar hiburan wayang kulit, Ki Dalang Yowono Lebdo Carito, dari Desa Gambiran, Banyuwangi.

Ketua Panitia Bersih Desa, Paiman, menyampaikan pagelaran ringgit purwo ini, dalam rangka bersih Desa, agar seluruh warga Desa Kebondalem terhindar dari mara bahaya, dan didekatkan rezkinya.

Kepala Desa Kebondalem, Moch Iksan SH, menyerahkan gunungan mayang terhadap Ki Dalang Yowono Lebdo Carito, tertanda pagelaran ringgit purwo, semalam seuntuk digelar dengan lakon “Semar Bangun Kahyangan”

“Wong cilik, lungguh dingklik, isih di ithik-ithik, Mangan thiwul, mabul-mabul, isih di tutul-tutul” itulah ungkapan yang menggambarkan keadaan rakyat kita saat ini, sudah hidupnya susah nestapa dan sengsara, masih juga di tindas

Makna dalam lakon ini, eksistensi rakyat kecil sangat dikedepankan, di kala para penguasa kebingungan menghadapi situasi Negara yang kalang kabut, tampilnya Semar, sebagai simbol rakyat kecil, mampu mengatasi keadaan yang kacau balau

“Semar bangun kahyangan, semar bermaksud untuk membangun jiwa dari para pemimpinnya, Karena keberadaan semar saat itu hanya sebagai abdi (rakyat yang tidak bermartabat),” tutur Ki dalang Yuwono Lebdo Carito

Moch Iksan SH, menjelaskan rangkaian bersih desa Kebondalem – Pengajian oleh Ustad Abdul Gofar, dari Rogojampi, Santunan Yatim Piatu sebanyak 40 anak, dan ruatan Desa.(SWA)

Sumber : Koran Harian Memorandum

MEMORANDUM

Categorised in: ,

No comment for “Semar Bangun Kahyangan” Lakon Wayang Kulit Bersih Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*