Thursday, August 6, 2020
Home BANYUWANGI FESTIVAL Sambut Banyuwangi Festival Siapkan 2,5 Kuintal Biji Kopi Robusta

Sambut Banyuwangi Festival Siapkan 2,5 Kuintal Biji Kopi Robusta

GLAGAH – Warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, mulai menyangrai 2,5 kuintal biji kopi sejak kemarin (19/11). Ratusan kilogram biji kopi itu akan digunakan untuk acara Ngupi Sepuluh Ewu Cangkir di perkampungan masyarakat Suku Osing minggu mendatang (23/11). Panitia lokal kegiatan Ngopi Sepuluh Ewu, Supriyanto mengatakan, kegiatan masal ngopi gratis tersebut dilakukan demi mengenalkan kepada dunia bahwa Banyuwangi adalah kota kopi.

 Karena hampir sebagian besar wilayah di Kabupaten Banyuwangi ini ada tanaman kopi, terutama di daerah perbukitan dan lereng gunung. Tidak hanya itu kebiasaan ngopi di Desa Kemiren juga didasari fakta banyaknya cangkir yang di miliki warga desa adat tersebut. Hal itu bisa menjadi acuan bahwa di desa tersebut kebiasaan meminum kopi sudah berlangsung sejak lama. “Bentuk cangkir milik warga Desa Kemiren hampir sama semua, dan jumlahnya sangat banyak.” ujar Supriyanto.

Sejauh ini, demi menyukseskan Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir yang disajikan gratis untuk semua pengunjung tersebut, panitia menyiapkan 2,5 kuintal biji kopi. Selanjutnya, biji kopi mentah itu disangrai terlebih dahulu secara tradisional. Menyangrai kopi harus dilakukan dengan baik dan benar. Jika salah, maka akan mengurangi cita rasa kopi yang disajikan. “Kopi yang baik itu tidak mesti hitam dan tidak mesti pahit” ujar Setiawan Subekti, salah seorang pakar kopi dunia asal Banyuwangi. 2,5 kuintal biji kopi tersebut akan menghasilkan sekitar 150 kilogram kopi bubuk.

Selanjutnya, bubuk kopi itu akan dibagikan kepada 1.129 warga Desa Kemiren. Kopi robusta tersebut akan disajikan dan diminum secara gratis oleh semua warga yang hadir. Subekti menjelaskan, dalam penyajian kopi bubuk, setiap cangkir berkisar 15 gram dan gula sekitar 7,5 gram. Kadar gula itu menyesuaikan selera masing-masing orang. “Orang Kemiren itu kalau sehat minumnya kopi.

Kalau minum teh biasanya warga itu sakit,” terangnya. Subekti juga mengundang seluruh lapisan masyarakat agar datang ke Desa Kemiren 23 November mendatang. Seluruh warga Desa Kemiren akan menyambut kedatangan pengunjung untuk minum kopi bersama di sepanjang tepi jalan desa. “Silakan datang. dan bisa rasakan cita rasa kopi Osing. Sek guthekkan dadi seduluran satu kali seduh, kita bersaudara, “pungkasnya. (radar)

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

Most Popular

Hasil Rapid Test 22 Tenaga Medis Banyuwangi Reaktif, Fraksi PKB: Ini Serius

KABAR RAKYAT - Hasil rapid test 22 orang tenaga medis di Kabupaten Banyuwangi menunjukan hasil reaktif. Hal ini menjadi perhatian serius Fraksi Partai Kebangkitan...

Dinas Pertanian Pangan Minta Masyarakat Hati-hati Beli Daging Murah

KABAR RAKYAT - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging sapi dengan tidak tergiur harga murah. Apalagi pada...

Empat Orang Warga Sarongan dan Kandangan Diamankan Reskrim Polresta Banyuwangi

KABAR RAKYAT -  Empat orang diduga pelaku perusakan dan pengeroyokan, tiga fasilitas gedung dan lima orang petugas pada Balai Taman Nasional Meru Betiri (BTN-MB)...

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Kini Bertambah Satu Orang Lagi

BANYUWANGI – Pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Banyuwangi hari ini, Minggu (17/5/2020), bertambah 1 orang sehingga menjadi lima orang. Pasien terbaru atau...

Recent Comments

infobanyuwangi on Pengeroyok Pemuda Krajan Dibui
infobanyuwangi on Kopdar IM Banyuwangi ke-2
mohammad taufiqurrohim on Program Beasiswa BANYUWANGI CERDAS
Live Update COVID-19 Indonesia