Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Ribut Tanah Erfpacht, Warga Kendalrejo Bertahan Sampai Mati

Ribut Tanah Erfpacht, Warga Kendalrejo Bertahan Sampai Mati

(701 Views) July 28, 2016 9:16 am | Published by | No comment
Tanah Erfpacht Kendalrejo Tegaldlimo

Gianto juga memperlihatkan dokumen penting status tanah Hak Erfpacht yang dikeluarkan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi

Banyuwangi, Memorandum – Puluhan orang Kepala Keluarga (KK) Dusun Palungagung, Desa Kendalrejo, Kec. Tegaldlimo yang tinggal ditanah berstatus Hak Erfpacht, menegaskan akan bertahan sampai titik darah penghabisan.  Mereka tidak akan menggubris himbauan pindah dari Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Banyuwangi Selatan, tetapnya dikawasan RPH Tegalsari, BKPH Curahjati.

Itu disampaikan warga, Gianto Kawul, tokoh masyarakat juga koordinator aksi protes penolakan sikap arogansi perusahaan BUMN, Perhutani ditemui Memorandum dirumahnya.

“Sampai kapan pun kami akan bertahan, meski Perhutani mengklaim, hingga hingga tanah hak erfpacht dapat diserahkan ke warga Paluagung,” ungkap Gianto yang menambahkan ada 300 orang total yang tetap bertahan, Rabo (27/7).

Gianto juga memperlihatkan dokumen penting status tanah Hak Erfpacht yang dikeluarkan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi, perihal tentang Tanggapan Permohonan yang diajukan oleh T Budiono, Ketua Panitia Pemohonan Tanah Erfpacht Verponding No. 754. Selanjutnya, dari data itu ada klausul yang berbunyi Desa Grajagan (sekarang menjadi Desa Kendalrejo) di dalam gouvernement besluit tanggal 18 Desember 1916, No. 10, zie meetbrief (surat ukur). Tertanggal 30 Agustus 1916, atas tanah erfpacht verponding No. 754 dengan luas 156,2649 hektar, itu tertuang dalam verkregen bij acte, 6 Juli 1917, No. 128, tercatat atas nama gouvernement van ned indie (Grajagan).

Seterusnya dijelaskan, terjadi mutasi, pada tanggal 29 April 1920, tercatat atas nama Le Asing, tertanggal 20 Nopember 1923, tercatat atas nama Liap Hol, tertanggal 17 September 1926, tercatat atas nama Maatschop Sing Hwat Kongsie.

“Sampai saat ini, belum ada perubahan ataupun mutasi atas nama bekas hak erfpacht verponding No. 754. Dengan dasar ini kami warga Erfpacht tetap menduduki lahan ini sampai habis titik penghabisan,” pungkasnya.

Terpisah, Asisten Perhutani (Asper) Caurahjati, Sugeng dikonfirmasi terkait data dari BPN yang diterima warga, dihadapan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Tegaldlimo langsung menepis klaim warga itu. Bahkan Perhutani juga mengkalim juga mendapat surat keputusan (SK) dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi. “Kami juga punya data dari BPN Banyuwangi. Apapun kami tetap akan menindak tegas siapapun yang hendak menduduki lahan Perhutani,” ungkapnya. (swa)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Ribut Tanah Erfpacht, Warga Kendalrejo Bertahan Sampai Mati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*