Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BANYUWANGI FESTIVAL » Ribuan Masyarakat Saksikan Pentupan Festival Seblang Olehsari

Ribuan Masyarakat Saksikan Pentupan Festival Seblang Olehsari

(1022 Views) August 14, 2014 9:18 pm | Published by | No comment

BANYUWANGI –  Setelah menjalani prosesi  ritual selama tujuh hari, Seblang Olehsari yang merupakan salah satu rangkaian gelaran Banyuwangi Festival 2014 ditutup Kamis (14/8). Sekitar pukul 14.00 Wib, ribuan masyarakat Desa Olehsari telah menyemut di tepi arena Seblang untuk menyaksikan pentupan sekaligus ngelap berkah dari ritual ini.

Selain masyarakat, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wabup Yusuf Widiyatmoko, Sekkab Slamet Kariyono dan tamu undangan dari luar Banyuwangi, salah satunya pengusaha batik Yogyakarta Priscilia Suprapto, juga menyaksikan penutupan Seblang Olehsari. Saat menghadiri acara ini, Bupati Anas sangat apresiasi terhadap adat dan tradisi masyarakat Using ini.  “Ini adalah salah satu budaya dan tradisi adat masyarakat Using dalam mengejawantahkan rasa syukurnya. Budaya ini saya harap tetap dilestarikan sehingga tidak hanya menjadi tontonan masyarakat Olehsari saja, tetapi bisa dinikmati masyarakat di luar Desa Olehsari,” kata Bupati Anas

Sementara prosesi ritual pentupan Seblang Olehsari cukup sakral dan membuat semua penonton ikut larut dalam acara ini. Seperti sebelumnya, prosesi penutupan seblang ini juga diawali seorang pawang dengan membawa gadis Seblang ke arena untuk dipasangkan mahkota omproknya. Sementara para pawang seperti biasa membacakan mantra  sembari diiringi gending Seblang Lukinto, yang dipercaya sebagai sarana roh Sang Hyang masuk ke dalam tubuh Saidah, nama penari seblang ini.

Lantunan gending yang dipercaya masyarakat Olehsari sebagai pemanggil arwah ini akan berakhir ketika tubuh sang penari tubuh penari terjungkal kebelakang dan nyiru yang dibawanya jatuh. Itu menandakan bahwa penari berada dalam keadaan kesurupan.

Prosesi terus belanjut hingga dinyanyikan 28 gending, diantaranya gending Liliro Kantun , Cengkir Gadhing , Padha Nonton Pupuse , Padha Nonton Pundak Sempal , Kembang Menur , Kembang Gadung , Kembang Pepe hingga Kembang Dermo sebagai gending penutup.

 Pada saat gending Kembang Dermo ini dibawakan, kembali penari Seblang membawa tampah yang berisi bunga Dermo untuk dijual ke penonton. Usai menjual bunga, penari berjalan beriringan bersama para pawang, sinden, dan seluruh perangkat keliling desa atau ider bumi menuju empat penjuru yang dianggap tempat bermula desa Olehsari berdiri. Terakhir di makam Mbah  Buyut Kentut yang berada di selatan arena Seblang. Setelah mengadakan ritual do’a-do’a di makam, Seblang kembali ke arena untuk menuntaskan prosesi kembalinya roh sang hyang.

Ritual terakhir, pawang kembali membangunkan sang penari, dengan diiringi Gending Seblang Lukinto dengan rytme yang keras agar penari segera bangun. Prosesi ini cukup menegangkan sebab kalau tidak bisa bangun penari akan kehilangan nyawanya . Penari tidak melakukan gerakan tari lagi, tapi kepalanya tertunduk, siap untuk dilepas omproknya oleh pawang. Kemudian , wajah penari seblang dicuci dengan Tuyo Arum yang telah diberi mantra dan dimasukkan dalam kendi yang berisi bunga pecari , bunga wongso dan bunga sundel, itulah akhir ritual seblang oleh sari. “Dengan melakukan prosesi seblang selama tujuh hari, segala balak dan blai telah hilang dari desa kami. Kami percaya Seblang untuk menolak bala dan sebagai tradisi nenek moyang untuk membersihkan desa,” terang Ansori Ketua Sesepuh Adat Seblang. (Humas Protokol-banyuwangikab.go.id)

Categorised in: ,

No comment for Ribuan Masyarakat Saksikan Pentupan Festival Seblang Olehsari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*