Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Revitalisasi Asrama Inggrisan Tunggu Sinyal Mabes TNI-AD

Revitalisasi Asrama Inggrisan Tunggu Sinyal Mabes TNI-AD

(1407 Views) April 4, 2016 2:51 pm | Published by | No comment
Revitalisasi Asrama Inggrisan1

Salah satu bangunan yang ada di Komplek Asrama Inggrisan

Banyuwangi, Memorandum – Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda, menyatakan bahwa rencana revitalisasi kompleks Asrama Inggrisan untuk dijadikannya sebagai Bangunan cagar budaya dan monumen sejarah di Banyuwangi (depan Taman Blambangan) Jalan Diponegoro, mendapatkan respons positif dari Markas Besar (Mabes) TNI AD. Namun demikian, sampai saat ini Pemkab Banyuwangi masih harus menunggu selesainya kesepakatan dengan pihak Mabes TNI-AD.

Bramuda menjelaskan, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)  Banyuwangi 2010 – 2015, kompleks Asrama Inggrisan sudah ditetapkan sebagai sasaran untuk pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Menurut Bramuda, hal tersebut telah disampaikan langsung oleh Bupati H Abdullah Azwar Anas kepada KSAD, Jendral Pramono Edhi Wibowo. Selain disampaikan secara secara lisan, Bupati Azwar Anas juga telah melayangkan surat resmi pada tanggal 18 Juni 2012 tentang Permohonan Pemanfaatan Aset TNI AD sebagai Cagar Budaya.

Terkait rencana tersebut, beberapa waktu lalu Komandan Korem (Danrem) 083 Baladika Jaya Malang, Kolonel (Armed) Muhammad Nakir, telah meninjau langsung kompleks bangunan kuno yang berada di Jalan Diponegoro No.5 itu. Kunjungan Kolonel Muhammad Nakir ini merupakan angin segar untuk mewujudkan keinginan Pemkab Banyuwangi.

“Komplek Inggrisan memiliki nilai sejarah tinggi  untuk menjadikannya cagar budaya, Kami akan mengikuti prosedur yang berlaku. Kita dorong Pak Bupati untuk koordinasi di tingkat atas. Apa pun hasilnya nanti kita siap melaksanakan sesuai petunjuk pimpinan. Dan kedatangan saya kesini atas perintah Pangdam, sebagai bentuk respon atas surat Bupati Banyuwangi. Dan dalam waktu dekat akan dibentuk tim khusus,” ungkap Kolonel Muhammad Nakir, waktu berkunjung ke Asrama Inggrisan.

Dalam kesempat itu, Kolonel Muhammad Nakir juga berharap agar Pemkab terus melakukan penggalian situs-situs dan peninggalan sejarah yang memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah Banyuwangi. “Jika disuatu daerah banyak ditemukan peninggalan jaman perjuangan seperti Inggrisan, maka daerah itu bisa disebut Kota Perjuangan. Dan saya pernah juga mendengar dari para Dandim terdahulu, bahwa dibawah bangunan Asrama Inggrisan ada sebuah terowongan bawah tanah yang tembus hingga Makodim 0825 dan pantai Boom Banyuwangi,” ungkapnya.

Dari beberapa referensi yang ada, Asrama Inggrisan mulai dibangun sekitar tahun 1736 – 1757 atau pada masa kekuasaan Pangeran Danuningrat (Raja ke 2 Blambangan). Bangunan Cagar Budaya yang dahulu disebut ‘Lodji’ (Lodge) itu awalnya didirikan sebagai penginapan para saudagar Inggris yang datang ke Banyuwangi mencari rempah-rembah untuk dibawa ke Eropa. Bangunan ini berhadapan langsung dengan sebuah tanah lapang yang dikenal dengan nama ‘Tegal Lodji’. Di lapangan ‘Tegal Lodji’ yang sekarang ini berubah menjadi Taman Blambangan itulah, dahulu para saudagar Inggris bertransaksi rempah-rempah dengan para pribumi.

Pada periode tahun 1766 – 1881, bangunan kuno yang sampai saat ini masih tegak berdiri itu memang digunakan sebagai penginapan bagi para saudagar Inggris yang datang ke Banyuwangi untuk mencari rempah. Kemudian pada tada tahun 1881, bangunan bersejarah itu mulai dikuasai oleh Tentara Belanda dan digunakan sebagai Asrama Perwira. Selanjutnya, pada tahun 1942 seiring dengan mendaratnya tentara Jepang di Banyuwangi, bangunan tersebut berpindah tangan dan digunakan sebagai Markas Kenpetai.Paska kemerdekaan Indonesia, bangunan seluas sekitar 0,5 hektar itu kembali berubah fungsi, yakni digunakan  sebagai asrama Batalion Macan Putih. Terakhir, banguna bersejarah itu saat ini ditinggali oleh 25 Keluarga anggota Kodim 0825 Banyuwangi, dengan jumlah penghuni mencapai tak kurang dari 70 orang. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Revitalisasi Asrama Inggrisan Tunggu Sinyal Mabes TNI-AD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*