Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Relokasi Warga Boom Masih Ngambang

Relokasi Warga Boom Masih Ngambang

(486 Views) November 5, 2016 2:33 pm | Published by | No comment

rencana-relokasi-warga-boom

Banyuwangi, Memorandum – Relokasi terhadap 133 KK warga Kelurahan Kampung Mandar yang tinggal di RT 03 RW 03 Lingkungan Krajan, wilayah Pelabuhan Boom, diwarnai penolakan oleh warga. Meski dalam ikatan perjanjian sewa-menyewa antara warga dengan pihak PT Pelindo III disebutkan bahwa sewaktu-waktu warga harus siap mengosongkan tanah yang mereka sewa, namun warga beralasan lokasi baru yang disediakan bagi mereka terlalu jauh dan tidak layak.

Dari 3 kali sosialisasi yang telah dilakukan, warga tetap ngotot keberatan bila harus direlokasi ke kawasan sebelah barat Pelabuhan Tanjungwangi, Meneng. Pada sosialisasi terakhir yang digelar di sebuah warung di kawasan Pelabuhan Boom, beberapa hari lalu, bahkan warga dengan tegas minta agar dibuatkan rumah susun bagi mereka. Sebagian lagi bahkan mengusulkan agar lahan untuk relokasi dicarikan yang terdekat dari lokasi tempat tinggal warga sebelumnya.

Keinginan warga agar dicarikan lokasi baru yang tidak terlalu jauh dari kawasan Pelabuhan Boom, mendapat dukungan penuh Camat Banyuwangi, Edy Supriyono. Menurut Camat, penunjukan lokasi baru sebagai alternatif relokasi merupakan solusi terbaik. “Bila ada alternatif lokasi baru untuk relokasi, saya piker itu merupakan solusi terbaik. Jadi warga tidak terlalu jauh dari kehidupan dan mata-pencaharian sehari-hari sebelumnya,” kata Edy Supriyono, seusai mendampingi warganya mengikuti acara sosialisasi.

Terkait masalah tersebut, baik PT Pelindo III sebagai pengelola kawasan Boom maupun pihak PT Pelindo Property Indonesia (PPI) sebagai pelaksana pembanguan Pelabuhan Marina Boom, terkesan tertutup. Ditemui seusai mengikuti acara sosialisasi di kawasan Pantai Boom, Selasa (1/11) malam lalu,

Senior Manager Aset PT Pelindo III, Surabaya, Sigit Budi Wicaksono, menghindar dan langsung masuk ke mobilnya. Demikian juga dengan Dono, yang mewakili PT PPI, juga sulit dihubungi. Ketika Memorandum berusaha konfirmasi melalui telepon selulernya, oleh seorang wanita penjawab telepon malah dibilang; salah nomor. (bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

 

Categorised in:

No comment for Relokasi Warga Boom Masih Ngambang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*