Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Rektor Nonaktifkan 4 Dosen dan 5 Karyawan

Rektor Nonaktifkan 4 Dosen dan 5 Karyawan

(1547 Views) November 12, 2015 6:30 pm | Published by | No comment

Buntut Perpenas Untag 45 Pecah

Banyuwangi, Memorandum – Aktifitas dan kegiatan perkuliahan di Kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi sempat terganggu setelah sekelompok mahasiswa menggelar aksi damai dan melakukan orasi untuk memprotes tindakan Rektor Untag, Drs H Tutut Hariyadi, yang menon-aktifkan 4 Dosen dan 5 Karyawan, Selasa (10/11) malam. Aksi yang berlangsung tidak terlalu lama itu berakhir setelah beberapa mahasiswa yang terlibat digiring masuk ke Ruang Kerja Rektor untuk diberi penjelasan.

Untag 45 1

“Sudah selesai. Mereka sekarang sedang diruang rektor untuk diberi penjelasan tentang para dosen dan karyawan yang menurut mereka dipecat itu,” jelas Dosen Fakultas Hukum, DR Didik Suhariyanto, saat ditemui Memorandum usai aksi protes mahasiswa, Selasa malam (10/11).

Informasi yang dihimpun Memorandum, tindakan pennon-aktifan 4 orang Dosen dan 5 Karyawan oleh Rektor Untag itu diduga merupakan buntut dari permasalahan yang tengah terjadi di tubuh Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas) 17 Agustus 1945 yang semakin meruncing dan memanas paska dilakukan proses periodisasi Pengurus.

Berdasarkan data yang diperoleh Memorandum, melalui surat nomor; 0606/Sek-2/R-UT/XI/2015 tertanggal 9 Nopember 2015, Rektor meminta kepada 4 orang Dosen dan 5 karyawan Untag untuk tidak datang ke Kampus Untag dengan alasan demi menjaga keamanan mereka karena situasi Kampus Untag belum kondusif. Mereka yang diminta untuk tidak datang ke Kampus tersebut adalah; Sugihartoyo, SH (Dosen Fak Hukum), I Wayan Merta (Dosen F-KIP), Drs H Achmad Nur Qomari (Dosen Fak Ekonomi), Dewi Wulandari (Dosen Fak Teknik) dan 5 orang karyawan Untag, masing-masing; Purnawan Aribowo, Nuri Damayanti, Syaiful Anam, Dian Insani dan Yossi.

Dikonfirmasi masalah tersebut, Sugihartoyo mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan Rektor Untag itu sudah menyalahi aturan dan diluar tupoksinya sebagai Rektor. Sugihartoyo yang dalam proses periodisasi mengaku terpilih secara sah sebagai Ketua Perpenas periode 2015 – 2020, menilai bahwa tindakan Rektor Untag tersebut sudah terlalu jauh mencampuri urusan Perpenas sebagai lembaga pendidikan yang menaunginya. “Untag itu adalah salah satu Unit Kerja yang ada dan dimiliki oleh Perpenas. Sebagai unit kerja statusnya sama dengan SMA, SMK dan TK yang juga ada di bawah Perpenas. Karena itu, tindakan yang dilakukannya terkait dengan proses periodisasi Pengurus Perpenas itu sudah terlalu jauh,” ungkap Sugihartoyo, saat ditemui di rumahnya, Rabu (11/11) kemarin.

Dalam pantauan Memorandum, proses periodisasi Pengurus Perpenas Banyuwangi yang sudah digelar pada 21 Oktober 2015 lalu, saat ini sudah semakin meruncing dan memanas. Kubu Drs Waridjan (Ketua Perpenas 2010 – 2015) yang mangklaim mendapat dukungan dari 12 Unit Kerja Perpenas, mulai menghadapi Kubu Sugihartoyo secara frontal. Aksi penghadangan yang dilakukan terhadap Sugihartoyo Cs saat hendak memulai aktifitasnya di Kampus Untag, Selasa (10/11) siang dan serta keputusan Rektor Untag menon-aktifkan 4 Dosen dan 5 Karyawan yang dituding sebagai ‘orang-orangnya’ Sugihartoyo, menjadi bukti bahwa dua kubu sudah saling berhadapan. (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

MEMORANDUM

Categorised in:

No comment for Rektor Nonaktifkan 4 Dosen dan 5 Karyawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*