Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Ratusan Kades Demo di DPRD Banyuwangi

Ratusan Kades Demo di DPRD Banyuwangi

(977 Views) February 5, 2016 2:59 pm | Published by | No comment
Kepala Desa se - Banyuwangi

189 Kades se Banyuwangi Datangi DPRD Minta Hak DD 10 Persen Dicairkan Pemda

Banyuwangi, Memorandum – Ratusan Kepala Desa (Kades) dan perangkat desa se Kabupaten Banyuwangi menggelar aksi unjuk rasa ke Gedung DPRD. Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, di tahun 2016 menganggarkan Alokasi  Dana Desa (ADD) sesuai amanat Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, minimal sepuluh persen dari dana perimbangan yang diterima kabupaten setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK), Kamis (4/02/2016).

Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB) , Agus Tarmidzi dalam orasinya menyampaikan, Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 secara jelas dan detail mengatur bahwa Penmerintah Daerah wajib menganggarakan ADD sebesar 10 persen, namun dalam kenyataannya pada tahun 2015, desa hanya menerima sebesar Rp. 61 Milyar atau setara 6 persen dari total nilai Dana Alokasi Umum (DAU). Namun setelah desa mendesak kepada DPRD untuk memperjuangkan melalui Perubahan APBD 2015, baru mendapatkan tambahan sebesar Rp. 8 Milyar. Sehingga akaibat dari kebijakan Pemerintah daerah tersebut, desa merasa dirugikan,karena hak desa tidak terpenuhi  berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. Selain itu beban keuangan Pemerintahan Desa saat ini semakin berat,ketika Bupati Banyuwangi meminta insentiv RT dan RW dinaikan,yang semula sebesar Rp. 50 Ribu per Bulan menjadi Rp.100 Ribu.

“Pemerintah Daerah wajib menganggarakan ADD sebesar 10 persen dari  total dana Alokasi Umum yang diterima Kabupaten” tegas Agus Tarmidzi dalam orasinya.

Selanjutnya usai berorasi,  Komisi I yang membidangi Pemerintahan Dan Hukum menerima perwakilan ASKAB guna mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh para Kepala Desa. Agus Tarmidzi menyampaikan bahwa minimnya ADD yang diterima saat ini telah membuat kelimpungan Pemerintahan Desa atau kades untuk memenuhi kebutuhan desa. Dalam regulasi , 40 persen ADD dipergunakan untuk penghasilan tetap Kepala Desa ,perangkat desa serta RT dan RW yang sekarang menjadi tanggung jawab desa. Maka dari itu kami mendesak DPRD untuk memperjuangkan ADD sesuai amanat Undang-Undang,agar kinerja dan pembangunan di desa menjadi optimal.

“Coba bayangkan anggaran sebesar Rp. 69 Milyar dibagi untuk 189 Desa,hasilnya desa menerima rata-rata sekitar Rp. 300 hingga Rp. 400 juta yang kemudian dibagi sesuai dengan aturan,maka gaji yang semestinya diterima Kades sebesar Rp. 3 Juta perbulan ,akhirnya menjadi kurang karena untuk kebutuhan perangakat desa” jelas Agus Tarmidzi dihadapan anggota Komisi I

Ketua Komisi I, Ficky Septalinda menegaskan,setiap tahun anggota DPRD yang masuk dalam anggota Badan Anggaran selalu memperjuangkan kenaikan anggaran ADD,meski belum maksimal sesuai dengan Undang-Undang. Namun pihaknya berjanji akan tetap memperjuangkan apa yang menjadi harapan para Kepala Desa,dalam perubahan APBD tahun 2016 yang diperkirakan pembahasanya dilaksanakan sekitar Bulan Juli mendatang.

“hasil resume rapat hari ini akan kita sampaikan kepada Pimpinan,dengan harapan ketiak Pembahasan Perubahan APBD 2016 mendatang,tuntutan para Kepala Desa bisa diperjuangkan dengan maksimal” ucap Ficky yang kemudian menutup dialog antara Komisi I dengan ASKAB.

Sementara dalam kegiatan dialog antara anggota Komisi I dengan para kepala Desa., suasananya sempat sedikit memanas ketika salah seorang pendamping kepala desa yang mengikuti pertemuan tersebut melontarkan kalimat yang kurang berkenan didengar anggota dewan. Seharusnya  Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi tidak perlu mengikutsertakan elemen ataupun organisasi masyarakat yang belum jelas keabsahan organisasinya. (ydi).

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in: ,

No comment for Ratusan Kades Demo di DPRD Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*