Rampak Kendang Milenial Banyuwangi

ROGOJAMPI – Seni budaya menjadi salah satu perhatian Pemkab Banyuwangi. Sebagai salah satu cara regenerasi pelaku seni, Banyuwangi menggelar Festival Rampak Kendang Milenial, di SMA Taruna Budaya, Kecamatan Rogojampi. Event tersebut digelar secara offline maupun online melalui sosial media Pemkab Banyuwangi.
Kesenian Rampak Kendang merupakan kesenian tradisional yang biasanya dilakukan saat menjelang waktu berbuka puasa di bulan suci Ramadan. Pagelaran ini memadukan tabuhan kendang yang rampak dengan alunan musik perkusi yang energik, mengiringi  musik tradisional Banyuwangi.
Kesenian ini memiliki filosofi  harapan agar Banyuwangi mampu melahirkan sosok pemimpin yang baik dan bertanggung jawab. Seperti kendang yang diumpamakan sebagai pemimpin dalam suatu grup musik tradisional. Di mana seluruh alat musik akan mengikuti irama kendang yang ditabuh.
Bedanya, di festival ini, para pelaku seni adalah para pelajar atau  anak-anak milenial.  “Pelestarian budaya tak hanya sekadar menggelar event budaya. Namun harus memastikan proses regenerasi terus berjalan. Festival ini menjadi cara untuk me-regenerasi pelaku seni di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. 
Ipuk  mengaku bangga dengan para milenial Banyuwangi yang tetap memiliki minat tinggi terhadap budaya.
“Di tengah banyak daerah yang sedang krisis pelestari budaya, justru di Banyuwangi proses regenerasi pelaku kesenian terus berjalan dengan baik. Kalau bukan anak-anak muda ini, siapa lagi yang akan melestarikan budaya kita,” ujar Ipuk.
Ipuk menyampaikan, daerah akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan budaya.
“Salah satunya, lewat Banyuwangi Festival yang setiap tahun konsisten menghadirkan event budaya. Festival akan menjadi instrumen ampuh untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda pada seni-budaya,”  pungkasnya. (Mad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *