Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Putra Glenmore Ancam Ngadu DPRD

Putra Glenmore Ancam Ngadu DPRD

(1475 Views) August 10, 2016 2:09 pm | Published by | No comment
Pabrik Gula Glenmore Kabupaten Banyuwangi

Giling Tebu Pertama Pabrik Gula Glenmore Kabupaten Banyuwangi (dok)

Banyuwangi, Memorandum – Otoritas Putra Glenmore (OPG) yang mewadahi  pemilik kendaraan dan jasa angkut tebu  mengancam akan mengadukan PTPN XII terkait monopoli pekerjaan di lingkungan PT. IGG. Alasan itu diungkapkan, setelah PTPN XII dinilai tidak mampu menjembatani persoalan kemitraan dengan pengusaha lokal.

Berdirinya PT. Industri Gula Glenmore yang diharapkan mampu menyerap ribuan buruh dan keterlibatan usaha lokal ternyata hanya janji manis belaka. Apa yang terjadi dilapangan PTPN XII nyaris tidak berkutik. Pemenang tender pekerjaan proses tanam hingga angkutan ditengarai hasil kongkalikong antara CV. Fajar dan Oknum direksi PTPN XII. Bukan rahasia lagi jika sekelas CV Fajar  mampu memenangi tender puluhan miliar karena campur tangan direksi. PT. IGG yang notabene proyek Kabinet SBY  juga dicurigai bermasalah.  Indikasi itu terlihat mulai proses Amdal hingga sosialisasi yang tidak melibatkan partisipasi masyarakat lokal alias dikondisikan.

Pengggiat lingkungan Elang Indonesia mencium aroma ketidak beresan soal Amdal secara keseluruhan. “ PT. IGG ujug-ujug berdiri dan minim sekali sosialisasi terhadap publik. Apa karena lokasinya ditanah milik BUMN terus dianggap selesai tanpa pertimbangan yang lebih luas dan mendalam. Banyak hal rupanya dilailaikan saat berdirinya IGG khususnya nasib buruh perkebunan dan ekologi secara luas. Saya melihatnya  SBY dengan partainya saat itu punya kepentingan memanfaatkan isu kekurangan gula nasional sebagai ladang proyek. Dan benar APBN  Rp. 1,5 trilyun diglontorkan untuk IGG,” kata Arkan yang mulai aktif melakukan pengamatan lingkungan di Banyuwangi.

Yang kini terjadi  pemenang tender proyek tanam hingga tebang tebu mengundang pertanya kritis. Pasalnya, sekelas CV mampu memenangi tender yang nilainya puluhan miliar. Faknya CV Fajar dinyatakan menang dalam proses tender di kantor direksi PTPN XII di Surabaya.

“Ini juga pertanyaan, masak sih sekelas CV mampu memenangi semua tender dengan total nilai proyek puluhan miliar ? Kedua,  PTPN XII  diatur oleh pemenang proyek hingga urusan adminitrasi di lapangan. Banyak Menejer perkebunan yang melingkupi PT. IGG dibuat takut dengan eksistensi CV Fajar .  Ya kalau ada pekerjaan tidak beres manajer pun tidak berani melapor ke atasan takut dipindah,” kata Rizki Alamudi  mewakili otoritas putra Glenmore (OPG) .

OPG juga menemui fakta dilapangan pekerjaan CV Fajar banyak yang terlantar. Mulai proses pengolahan lahan yang tidak sesuai spek, mulai dari alat olah dan kedalaman tanaman tebu yang hanya 15 cm padahal ketentuan harusnya 35 -40 cm.  Akibatnya, puluhan hektar tanaman banyak yang roboh karena faktor kedalaman yang tidak cukup.  “ Kami yang sejak awal bekerja di PTPXII  heran dengan manajemen direksi. Alat traktor kami sesuai spek diatas 100 malah ditolak. Sementara punya CV Fajar dibawah spek untuk pengolahan lahan malah digunakan. Otomatis kami menganggur lah. Kasihan alat-alat berat milik teman-teman tidak bisa bekerja lagi di kebun,” ungkap Nuraini CV. Pribumi Bangkit beralamatkan di desa karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi,Selasa(9/8).

Terkait keluhan warga Glenmore M Thohir SH mengaku sering mendapat pengaduan masyarakat. Khususnya yang menyakut sepak terjang pengusaha luar daerah yang memonopoli pekerjaan di lahan PTPN XII. Termasuk kesempatan kerja bagi buruh lepas perkebunan. Politisi PPP menilai  proyek PT. IGG tidak sesuai dengan janjinya. “  Saya Cuma kuatir jika orang perkebunan banyak mengganggur begitu mengundang kerawanan keamanan jika berlarut-larut. Ini urusan perut tidak bisa ngomong. Harus ada solusi proporsional , hentikan monopoli pekerjaan dari orang luar daerah,” harap M.Thohir .

Lajut M Thohir yang akrab dipanggil Gus Tohir sepakat menyelesaikan masalah ini melalui hearing di DPRD kabupaten Banyuwangi. “ Jika memang PTPN XII tidak bisa memberi ruang partisipasi masyarakat lokal kita mendesak DPRD bersikap secara serius. Jalur hearing teman-teman OPG saya pikir bagus ditempuh,” tandasnya.

Persoalan antara pengusaha lokal dengan PT.IGG sejauh ini belum ada indikasi diselesaikan. Sempat Muspika menemui anggota OPG untuk mau menerima keputusan CV Fajar terkait satuan harga dengan potongan 40 persen. “ Semalam kita diajak ketemu Muspika. Intinya kita diminta nuruti kemauan CV Fajar agar sama-sama bekerjasama. Prinsip kami tidak, sebab kami disuruh kerja rugi,” ujar Muhdi anggota OPG,Selasa(9/8)

Melalui sekretartis Direksi PTPN XII Herry Purwanto secar lugas menjelaskan, tidak benar ada monopoli sebab semua melalui proses tender  terbuka. “ Semua proses tender sesuai aturan dan tidak ada monopoli,” singkatnya.  (nre)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Putra Glenmore Ancam Ngadu DPRD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*