Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Pulang Lihat Jaranan, Pemuda Labanasem Tewas Dikeroyok

Pulang Lihat Jaranan, Pemuda Labanasem Tewas Dikeroyok

(666 Views) April 17, 2017 11:34 pm | Published by | No comment

Orang tua bersama adik korban ditemui di rumahnya

Banyuwangi, Memorandum – Sunali, (23), warga Dusun Kawang, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat meregang nyawa setelah menjadi korban pengeroyokan usai menonton kesenian Kuda Lumping. Keluarga menyebut, Sunali sempat dibuang ke sungai dan dilempari oleh para pelaku.

Informasi yang dihimpun Memorandum, korban menjadi pelampiasan amarah dari penonton pertunjukan kesenian jaranan. Pengeroyokan itu berawal saat korban melihat temannya dipukuli oleh sekelompok pemuda yang disebut-sebut dari Desa Pakistaji. Kejadian itu berlangsung di depan sebuah restoran di sekitar jembatan Tambong. “Anak saya berusaha melerai saat melihat temannya dipukuli,” jelas Sutarjo, ayah korban kemarin (16/4).

Sutarjo yang didampingi yang didampingi istrinya Misniyah menyatakan, dua teman anaknya yang lain juga berusaha melerai keributan itu. Keributan itu terus bergeser hingga ke jalan menuju Dusun Kawang, Desa Labanasem. Melihat pengeroyok yang semakin brutal, dua teman anaknya berusaha menyelematkan diri.

Malang bagi korban, dia tidak bisa menjauh dari pelaku. Setelah puas dikeroyok, kata Sunarji, anak sulungnya itu di lemparkan ke sungai dari atas jembatan di jalan menuju Dusun Kawang. Tidak hanya itu, informasi yang didapatkannya, setelah dibuang ke sungai, anaknya sempat dilempari. “Setelah dibuang ke sungai anak saya sempat dilembari dengan paving dari atas jembatan,” timpal Misniyah.

Seorang teman korban yang lain berusaha meminta tolong ke pabrik pengolahan batu. Namun bantuan itu sudah terlambat. Para  pengeroyok dan anaknya sudah tidak ada di lokasi jembatan. Beruntung ada  warga yang melihat kalau korban dilempar ke sungai. “Beberapa warga kemudian mencari anak saya di dalam sungai, untung sungainya tidak dalam,” bebernya.

Dia meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman yang setimpal untuk pelaku pengeroyokan yang sudah membuat anaknya tewas. Dia ingin pelaku mendapatkan hukuman seadil-adilnya. “Meskipun mereka dihukum 10 tahun atau lebih tapi masih bisa pulang, sedangkan anak saya tidak akan pernah kembali,” ungkapnya.

Keributan yang merenggut nyawa korban itu diduga berawal dari perkelahian antar penonton di arena kesenian jaranan Jumat (14/4). Sekitar pukul 16.00 kesenian jaranan masih berlangsung di sebelah selatan kantor Kecamatan Kabat. Saat itu perkelahian antar penonton dari Desa Pakistaji dengan warga Desa Kabat. Penyebab perkelahian itu tidak diketahui secara pasti.

Saat itu, gesekan yang sempat memanas berhasil diredam. Kesenian jaranan pun bubar. Para penontotn yang terlibat perkelahian tampaknya masih belum puas. Hingga akhirnya, kedua kubu dari lain desa ini bertemu di jalan di selatan jembatan Tambong.

Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian terkait penanganan perkara ini. Namun sumber Memorandum menyebut sudah ada empat orang yang diamankan terkait kasus ini.(jai)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Pulang Lihat Jaranan, Pemuda Labanasem Tewas Dikeroyok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*