Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Program Siswa Asuh Sebaya Banyuwangi Jadi Nominator MDGs Award

Program Siswa Asuh Sebaya Banyuwangi Jadi Nominator MDGs Award

(828 Views) March 18, 2014 8:30 am | Published by | No comment

JAKARTA – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi nominator MDG’s Award untuk kategori pendidikan. Program yang mendapat penghargaan adalah Gerakan Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang sudah dirintis sejak 2011. SAS masuk dalam 63 program unggulan MDG’s Award dengan total program seluruh Indonesia yang masuk sebesar 443 program.

 MDG’s award ini diselenggarakan oleh Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Pencapaian MDG’s. MDG’s (Millenium Development Goals/Tujuan Pembangunan Milenium) adalah program bersama seluruh dunia untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan pada 2015. “Deklarasi Milennium” ini berisi 8 komitmen (tujuan) untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan.

Yakni pemberantasan kemiskinan dan kelaparan ekstrem, mewujudkan pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, dan meningkatkan kesehatan ibu. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, memastikan kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kerjasama global.

”Dengan menjadi nominator MDG’s Award ini, tentu akan semakin memotivasi kami untuk membangun sektor pendidikan Banyuwangi. Tapi yang terpenting tentu bukan soal nominator penghargaan, tapi masyarakat kami bisa makin cerdas, makin sejahtera secara sosial dan ekonomi,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Bupati Anas menjelaskan, melalui Gerakan SAS, siswa yang berasal dari keluarga mampu secara ekonomi membantu siswa dari keluarga kurang mampu. Secara berkala, di tiap sekolah, para siswa menggalang dana secara sukarela untuk membantu biaya pendidikan temannya yang kurang mampu. ”Ada yang menyumbang Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, sukarela untuk membangun kepedulian dan modal sosial di antara generasi muda di Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

 Pada awal diluncurkan di tahun 2011, total dana SAS yang terkumpul  Rp 293 juta, meningkat menjadi Rp 1,05 miliar pada 2012, dan melonjak menjadi Rp 1,6 miliar pada 2013. Total penerima manfaat mencapai lebih dari 6.000 siswa dari 309 sekolah.

Pengelolaannya dilakukan dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa. “Jadi SAS ini bukan sekadar membantu siswa, tapi lebih dari itu adalah membangun kepedulian di lingkungan generasi muda. Rasa peduli, care, ini yang kita tumbuhkan karena sudah mulai hilang di masyarakat,” kata Bupati Anas.

Bupati  Anas menambahkan, Gerakan SAS menjadi pelengkap dari program intervensi kebijakan pemerintah daerah lainnya. Di Banyuwangi, telah ada program Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Belajar di mana para pemegang kartu program tersebut bisa mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi dengan beasiswa dari Pemkab Banyuwangi.

Dari tahun ke tahun, angka putus sekolah di Banyuwangi terus menurun. Untuk tingkat SD/MI, angka putus sekolah menurun dari 0,05 persen pada 2011 menjadi 0,03 persen pada 2013.

Pada tingkat SMP/MTs, angka putus sekolah mencapai 0,48 persen pada 2011, lalu turun menjadi 0,42 persen pada 213. Adapun pada level SMA/SMK/MA, angka putus sekolah turun dari 1,01 persen pada 2011 menjadi 0,83 persen pada 2013. (Humas Protokol)

Categorised in:

No comment for Program Siswa Asuh Sebaya Banyuwangi Jadi Nominator MDGs Award

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*