Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PEMERINTAHAN » Pos KTL Kosong, Razia Kendaraan Jangan Ditikungan, Pak!

Pos KTL Kosong, Razia Kendaraan Jangan Ditikungan, Pak!

(972 Views) September 15, 2015 8:03 am | Published by | No comment

Masyarakat Keluhkan Ekstistensi Polisi Lantas

pos KTL kosong

Banyuwangi – Masyarakat memberikan beberapa masukan agar Pos Lalu Lintas yang sudah dibangun megah dan bersponsor merk mirip produk rokok tidak kosong melompong tanpa penjagaan petugas Lalu Lintas. Juga mohon kepada Polisi Lalu Lintas tidak operasi kelengkapan ditempat yang dirasa rawan dan menjebak yang terkesan tidak memberi jarak bagi pengguna jalan untuk mendapatkan kesempatan menyiapkan kelengkapan surat-surat berkendaranya.

Pos Polisi yang kosong melompong itu, yakni Pos Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Jl Cokro Aminoto di perempatan lampu merah Cunking, Pos KTL Perempatan Jl . Kapten Piere Tendean Tukang Kayu, dan  Pos KTL Simpang Lima Kelurahan Penganjuran.

Sedangkan titik razia yang sering dikeluhkan sebagian orang dilaksanakan, Pertigaan Tikungan Temenggungan JL D, I Panjaitann Kecamatan Kota Banyuwangi, Jalan MH Tamrin  Giri.

Agus Hermawan (45) warga Temenggungan  mengatakan seharusnya setiap pos polisi dijaga petugas Lantas untuk mengurangi adanya pengguna jalan yang membandel dan tak mematuhi peraturan berlalu lintas. Selain itu, juga mengurangi adanya kecelakaan, karena jika di pos polisi ada polisi yang berjaga, pengguna jalan tidak berani menerobos lampu merah.

“Kami menyayangkan Pos Polisi di simpang Lima dan Pos Polisi di perempatan Cungking yang bangunannya megah selalu kosong. Coba kalau diisi petugas hanya duduk-duduk saja pasti pengendara akan takut dan tertib berlalu lintas serta tak melanggar lampu merah,” terang Agus Hermawan, Senin(14/9).

Wiryono (55) warga  Perumahan  Klatak Kecamatan  Kalipuro yang prihatin dengan banyaknya pengendara motor yang membandel dengan mencuri lampu merah dengan jalan tak mengindahkan lampu merah dan merebos lampu merah itu.

Masukan warga Banyuwangi itu sebaiknya Polisi Lalu Lintas melakukan razia berjarak 50 meter atau 100 meter di beri tanda agar supaya penguna jalan yang mau lewat bisa berhati hati dan waspada. “Kalau dikota besar, ada tanda peringatan dengan papan,” kata Agus.

Belum lagi, jika ada pengguna jalan yang kaget karena tak membawa kelengkapan berkendara berhenti mendadak tidak memberi kesempatan pengendara dibelakangnya untuk mengambil jarak saat berhenti mendadak.

Kapolres Banyuwangi  AKBP  Bastoni Purnama, S.I.K, melalui Kabag Ops Polres, Kompol H Sujarwo, SH, ditemui Memo Jawa Timur razia ditempat yang membahayakan seperti ditikungan sebaiknya memang dihindari.  “Itu tidak benar, dan akan saya peringatkan. Kita sudah sering memperingatkan anggota Lantas,” ungkap Kompol Sujarwo.

Untuk itu setiap melakukan kegiatan razia harus di dampingi Perwira Lantas yang di beri tugas untuk mendampingi kegitan tersebut apa bila melakukan kegitan oprasi atau razia tidak ada perwiranya masyarakat penguna jalan bisa melapaorkanya.

Pesan Kabag Ops Polres Banyuwangi itu meminta masyarakat tidak usah takut dan langsung melapor ke Polres atau via telp.

“kepada masyarakat bila menemukan anak buahnya yang  melakukan razia kendaraan bermotor di tempat tempat rawan agar melaporkan jika ada razia di tingkungan apa lagi kawasan rawan penguna jalan.” Tegas Komp , Tegas nya (imam ashari)

Editor: choiri

Sumber : Memorandum Jawa Timur (beritamemorandum.com)

Categorised in:

No comment for Pos KTL Kosong, Razia Kendaraan Jangan Ditikungan, Pak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*