Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Polres Banyuwangi Sergap Dua Ibu Pengedar Pil Koplo

Polres Banyuwangi Sergap Dua Ibu Pengedar Pil Koplo

(1635 Views) January 11, 2016 2:16 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Astaghfirullah! Dua wanita, Bunasi (60), warga Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo dan Sukarnah (48), di Dusun Pos Sumur, Desa Bengkak, di Kecamatan Wongsorejo terlibat dalam pengedar narkoba pil koplo jenis trihexyphenidil, hexymer dan dekstro, diwilayah Polsek Wongsorejo.

Ibu RT Pengedar

Dua ibu rumah tangga Bunasi dan Sukarnah terlibat jadi pengedar pil koplo di Wongsorejo

Mereka terungkap, setelah Satnarkoba Polres Banyuwangi melakukan pendalaman sejumlah kasus pil koplo di Banyuwangi. Dengan menyaru sebagai pembeli, akhirnya menguat ke dua nama tersebut.

Penangkapan yang digelar sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu (9/1/2016), berawal di kediaman Bunasi (60), warga Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Dari kediaman sang nenek ini ditemukan 56 butir obat trihexyphenidil, 135 butir dekstro, 8 plastik klip, serta uang tunai Rp 80 ribu.

Penangkapan pun mengembang ke kediaman Sukarnah (48), di Dusun Pos Sumur, Desa Bengkak, di Kecamatan Wongsorejo. Aparat Satnarkoba bergerak ke wilayah ini setengah jam kemudian berdasar pengakuan Bunasi yang mengaku mendapat dua jenis pil itu dari Sukarnah.

Benar saja, aparat yang mendatangi kediaman pengedar pil kedua ini mendapati 585 butir obat trihexyphenidil, 456 butir obat hexymer, 468 butir obat dekstro. Wanita paruh baya ini juga memiliki sebuah Hp Nokia 105, plus uang tunai Rp 18 ribu. Aparat juga mengamankan tas serta dompet pelaku.

Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Agung Setyabudi menuturkan, Bunasi merupakan jaringan Sukarnah. Sementara pil yang mestinya dibeli menggunakan resep dokter itu dibeli Sukarnah dari seorang pemasok berinisial NT asal Jember.

“Transaksi digelar di kediaman tersangka, karena barang langsung dipasok ke Pos Sumur. Barang yang datang itu sebagian dikirim Sukarnah kepada Bunasi,” ungkapnya.

Selama ini aparat Satnarkoba umumnya menemukan dua jenis pil, trek dan dekstro. Sedangkan pil hexymer terbilang baru di kalangan pengguna maupun pengedar obat ilegal. Namun menurut AKP Agung kegunaan obat itu kurang lebih sama dengan trek maupun dekstro.

“Para pengguna biasa menyalahgunakan obat itu agar fly. Padahal itu sangat berbahaya, nyawa bisa menjadi taruhan,” tukasnya.

Bagi Bunasi peristiwa penangkapan ini menjadi sejarah perjalanan sisa hidupnya dimasa manula yang harus dijalankan di dalam tahanan. Keberaniannya menjual pil daftar G tanpa mengantongi ijin resmi  itu yang menjadikan cerita kelam hidupnya.  Ulahnya itu jelas melanggar pasal 196 junto pasal 197 UU nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman lebih dari lima tahun.

Kabar keterlibatan ibu rumah tangga di dua desa ini dalam menjalankan bisnis pil daftar G sudah lama terdengar. Malah pengkonsumsi pil trek maupun dekstro bisa melibatkan lingkungan keluarga. (mam)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Polres Banyuwangi Sergap Dua Ibu Pengedar Pil Koplo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*