Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Polisi Periksa 18 Orang Lagi Terkait Logo Palu Arit

Polisi Periksa 18 Orang Lagi Terkait Logo Palu Arit

(377 Views) April 11, 2017 12:00 pm | Published by | No comment

– Amrullah (pegang kertas), mendampingi warga yang akan menjalani pemeriksaan di halaman Polres Banyuwangi, kemarin. (Memorandum – Muh Hujaini)

Banyuwangi, Memorandum – Buntut munculnya logo Palu Arit dalam spanduk unjuk rasa anti tambang, Polisi memeriksa secara marathon puluhan orang yang ikut dalam aksi tersebut. Mereka menjalani pemeriksaan di Polres Banyuwangi kemarin  (10/4). Sementara dua orang yang sudah lebih dulu diamankan kini masih berstatus saksi dan diharuskan wajib lapor.

Puluhan  warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran datang ke Polres  Banyuwangi  kemarin. Mereka memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan terkait logo partai terlarang tersebut. “Hari ini ada 18 orang  yang dimintai keterangan, untuk Andreas dan Trimanto wajib lapor,” kata Amrullah, Pengacara  warga yang menolak  tambang.

Sebelum menjalani pemeriksaan, perwakilan warga ini sedianya hendak menghadap Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto. Tujuannya untuk melakukan klariffikasi terkait munculnya logo terlarang itu. Namun pertemuan dengan Kapolres ditunda dengan alasan yang tidak jelas. Perwakilan warga kemudian menuju Markas Kodim 0825 untuk tujuan yang sama.

Amrullah menegaskan warga yang melakukan tolak tambang sama sekali tidak ada kaitannya dengan komunis. Menurutnya,  warga merasa kecolongan dan mereka hanya ditumpangi saja. “Warga tolak tambang meminta maaf atas kecolongan tersebut,” kata Amrullah.

Versi warga, sambung Amrullah, pembuatan spanduk dilakukan di rumah Budi Bego. Saat tu di  sana ada wartawan dan Wakapolsek yang menyaksikan. Ketika dalam perjalanan, tepatnya di dekat Kecamatan, ada  orang tak dikenal memberi spanduk dan minta dibentangkan.

Setelah dibentangkan selama lebih kurang 50 meter spanduk tersebut sudah hilang. Diaa juga mengaku tidak mengetahui siapa yang memberikan spanduk tersebut. Karena di sana begitu banyak orang. “Itulah kecolongan kami, makanya ini kami klarifikkasi bahwa tolak  tambang tidak ada hubungannya dengan logo palu arit,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Dewa Putu Prima Yogantara Parsana menyatakan proses pemeriksaan untuk kasus logo palu arit ini masih berjalan. Status Andreas dan Trimanto menurutnya masih sebatas saksi.  “Kami masih akan periksa saksi-saksi yang lain,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan, kedua orang itu mengaku sama sekali tidak menyadari adanya logo palu arit dalam spanduk yang dibentangkan. “Mereka mengaku baru tahu ada logo itu saat melihat video rekaman pada malam harinya,” ujarnya. (jai/bud)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Polisi Periksa 18 Orang Lagi Terkait Logo Palu Arit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*