Thursday, August 6, 2020
Home KRIMINAL Polisi dan BKSDA Tangkap Penjual Lutung Jawa

Polisi dan BKSDA Tangkap Penjual Lutung Jawa

Jpeg

Banyuwangi, Memorandum – Tim gabungan Polres Banyuwangi bersama petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam  berhasil menggagalkan penjualan hewan dilindungi jenis Lutung  Jawa. Seorang tersangka bernama Arif Rahmat Hidayat, (31), warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Kampung Mandar berhasil dibekuk. Selain itu Polisi juga mengamankan empat ekor anak Lutung Jawa.

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB. Petugas gabungan menyamar seolah-olah menjadi pembeli hewan yang dilindungi undang-undang itu. Transaksi kemudian disepakati dilakukan di sekitar SPBU Sukowidi.  Di tempat itulah pelaku kemudian diamankan. “Kami mendapatkan barang bukti berupa empat ekor Lutung Jawa,” ujar Sumpena, Kasi Konservasi Sumberdaya Alam BKSDA Wilayah V Banyuwangi.

Lutung Jawa, lanjut Sumpena merupakan jenis hewan yang habitatnya di dataran tinggi pulau Jawa. Hewan ini menurutnya sudah diambangg kepunahan. Di pasaran menurutnya, hewan ini memang cukup menjadi incaran para pecinta hewan langka. “Karena banyak peminatnya maka hewan ini diperdagangkan, tappi kami sudah berusaha melakukan pencegahan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Stevie Arnold Rampengan menyatakan, dalam penangkapan ini pihaknya hanya dimintai bantuan pihak BKSDA. Begitu mendapatkan informasi adanya jual beli hewan dilindungi, pihaknya langsung melakuka penyamaran untuk membekuk pelaku. Setelah berhasil ditangkap, pihaknya langsung melakukan pengembangan ke wilayah Situbondo. Sebab berdasarkan keterangan tersangka, hewan-hewan itu dibeli dari wilayah Situbondo. “Namun kami belum berhasil menemukan pemasok hewan langka itu,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka mengaku dirinya sudah lama berprofesi menjadi penjual hewan langka. Namun sebelum tertangkap dirinya sempat vakum selama beberapa tahun. “Saya mulai aktif lagi setelah mendapatkan pesanan dari seorang teman di BBM bernama Jo,” ujarnya kemarin.

Lutang jawa yang masih berusia antara 2 hingga 3,5 bulan itu dibelinya dari pemburu yang berasal dari Situbondo. Diyakini hewan-hewan itu berasal dari kawasan Taman Nasional Baluran. “Satu ekor saya beli Rp 150 ribu dan biasanya saya jual sekitar Rp 350 ribu,” aku pria ini.

Penyidikan terhadap perkara ini dilakukan sepenuhnya penyidik PPNS BKSDA. Tersangka dijerat dengan pasal 21 ayat (2) huruf a jo pasal 40 ayat (2) undang-undang no.5 tahun 1990  tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara. (jai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

1 COMMENT

  1. penangkapan bagus. tetapi kenapa dokter hewan yang menjual merak tidak ditangkap dan bebas.apkah polisi dan bksda plih pilih dalam menangkap???
    pihak kepolisian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

Most Popular

Hasil Rapid Test 22 Tenaga Medis Banyuwangi Reaktif, Fraksi PKB: Ini Serius

KABAR RAKYAT - Hasil rapid test 22 orang tenaga medis di Kabupaten Banyuwangi menunjukan hasil reaktif. Hal ini menjadi perhatian serius Fraksi Partai Kebangkitan...

Dinas Pertanian Pangan Minta Masyarakat Hati-hati Beli Daging Murah

KABAR RAKYAT - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging sapi dengan tidak tergiur harga murah. Apalagi pada...

Empat Orang Warga Sarongan dan Kandangan Diamankan Reskrim Polresta Banyuwangi

KABAR RAKYAT -  Empat orang diduga pelaku perusakan dan pengeroyokan, tiga fasilitas gedung dan lima orang petugas pada Balai Taman Nasional Meru Betiri (BTN-MB)...

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Kini Bertambah Satu Orang Lagi

BANYUWANGI – Pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Banyuwangi hari ini, Minggu (17/5/2020), bertambah 1 orang sehingga menjadi lima orang. Pasien terbaru atau...

Recent Comments

infobanyuwangi on Pengeroyok Pemuda Krajan Dibui
infobanyuwangi on Kopdar IM Banyuwangi ke-2
mohammad taufiqurrohim on Program Beasiswa BANYUWANGI CERDAS
Live Update COVID-19 Indonesia