Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Polisi Berdayakan Pesantren dan Tokoh Agama Tangkal Radikalisme

Polisi Berdayakan Pesantren dan Tokoh Agama Tangkal Radikalisme

(687 Views) March 17, 2016 6:12 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Puluhan pengasuh pondok pesantren dan tokoh ormas islam berkumpul di Gedung Korpri, Banyuwangi kemarin (16/3). Mereka berkumpul bersama puluhan tokoh agama, tokoh masyarakat dan mahasiswa untuk menangkal penyebaran paham radikalisme.

Radikal Banyuwangi

Tangkal Radikalisme : Salah seorang tokoh agama sedang memberikan argument dalam kegiatan menangkap radikalisme

Kegiatan itu diprakarsai Polres Banyuwangi dalam rangka memberdayakan Pondok Pesantren dan ormas Islam untuk menangkal radikalisme. Hadir dalam acara itu, Ketua Mui Banyuwangi M. Yamin, Wakil Ketua MUI KH Zulkarnain, Asisten Sosial Ekonomi Wiyono. Acara itu diikuti sekitar 200 orang.

Dalam kesempatan itu, salah seorang nara sumber, KH Zulkarnain menyatakan kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan pondok pesantren dan ormas Islam karena dua elemen ini merupakan benteng bangsa. “Pondok pesantren dan ormas Islam adalah benteng bangsa untuk menangkal paham radikalisme,” tegasnya.

Selain itu menurutnya, pondok pesantren merupakan wahana atau tempat yang tepat untuk mencegah penyebaran paham radikalisme melalui pengasuh pondok pesantren kepada para santri dan lingkungan di sekitarnya.

Senada dengan hal itu, Kasat Binmas Polres Banyuwangi AKP Imron dalam kesempatan itu menyatakan, pihaknya melibatkan pondok pesantren dan ormas islam karena pengasuh pondok pesantren dan tokoh ormas islam merupakan orang yang ahli dalam pemahaman agama. “Salah satu cara untuk menangkal radikalisme itu sendiri adalah dengan pemahaman agama yang sesuai tuntunannya,” jelasnya.

Lebih jauh menurut mantan Kapolsek Kabat ini,  para pengasuh pondok pesantren dan tokoh agama inilah yang dianggap memahami hal itu. Mereka diminta membantu penegak hukum memerangi paham radikalisme. “Aparat Kepolisian hanya melakukan penegakan hukum terkait dengan pelanggaran pidananya,” sambungnya.

Mengenai tujuan pelaksanaan kegiatan itu, menurut Imron sebagai salah satu langkah mencegah berkembangnya paham yang mengarah pada paham radikalisme. Dengan kegiatan tersebut diharapak seluruh peserta dapat memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme.

Di Banyuwangi sendiri, menurutnya belum terdeteksi adanya paham radikalisme. Kendati demikian kegiatan itu diperlukan sebagai langkah antisipasi. “Sebagai penegak hokum kita  melakukan langkah antisipasi,” pungkasnya.(jai)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Polisi Berdayakan Pesantren dan Tokoh Agama Tangkal Radikalisme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*