Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Petani Banyuwangi Belum Dilindungi Perda

Petani Banyuwangi Belum Dilindungi Perda

(709 Views) August 3, 2016 4:56 pm | Published by | No comment
Ironi Dunia Pertanian di Banyuwangi

– Ketua Pansus Raerda Desa Wisata, Muhammad Sahlan

Banyuwangi, Memorandum – Sebagai daerah yang berbasis ekonomi pertanian, sejauh ini Banyuwangi Justru belum memiliki satupun Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur dan melindungi dunia pertanian. Salah satu dampak yang mulai dirasakan khususnya oleh kalangan petani antara lain, semakin menyempitnya lahan-lahan pertanian karena terdesak oleh industri perumahan.

Ironisnya, masalah perlindungan petani dan dunia pertanian ini justru muncul ketika DPRD Banyuwangi tengah menyusun dan menyelesaikan Raperda tentang Desa Wisata. Sebagaimana diungkap oleh Ketua Pansus Raperda Desa Wisata, Muhammad Sahlan, Raperda tersebut antara lain akan mendorong agar pernak-pernik dunia pertanian sebagai komoditi eko-wisata yang layak jual.

Namun, kata Sahlan, mulai muncul permasalahan ketika petani di pedesaan merasa ogah-ogahan untuk merespon dan menangkap peluang tersebut. “Karena selama ini para petani tidak mendapatkan jaminan apapun dari pemerintah daerah. Ironis memang, ketika Banyuwangi yang dikenal berbasis pertanian ini ternyata sama sekali tidak memiliki Perda Perlindungan Petani,” ungkap legislator Partai Golkar dari Kecamatan Genteng itu.

Menurutnya, Banyuwangi perlu belajar ke Kabupaten Tabanan di Bali. “Kabupaten Tabanan memiliki tentang Perda Perlindungan Petani, sehingga para petaninya merasa mendapatkan perlindungan dan jaminan untuk kepentingannya, mulai dari ketersediaan pupuk, benih, hingga proses pasca-panennya. Dengan demikian, kultur pertanian disana terjaga dengan baik. Baru setelah itu, kultur pertanian masyarakat itulah yang kemudian dikemas untuk dijual sebagai komoditi eko-wisata. Bukanya terbalik seperti di Banyuwangim” kata Sahlan.

Legislator Partai Gerindra asal kecamatan Pesanggaran, Andik Purwanto, menambahkan, selama ini Banyuwangi memang tidak memiliki Perda yang terkait dunia pertanian. “Jangankan mengatur tentang industri pertaniannya, untuk masalah penetapan anggaran dunia pertanian saja terkesan masuk diikutkan dengan bagian-bagian lain, belum secara khusus. Contohnya, untuk membangun irigasi dan plengsengan, itu masih diikutkan melalui Dinas PU dan Dinas Pengairan. Padahal, bila melihat visi-misi Bupati, masalah pembangunan pertanian ini terdapat pada poin-poin paling atas,” kata Andik. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Petani Banyuwangi Belum Dilindungi Perda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*