Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Perhutani Lindungi Karyawan Curi Kayu

Perhutani Lindungi Karyawan Curi Kayu

(1095 Views) December 15, 2015 2:21 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – PT Perhutani KPH Banyuwangi Selatan diam-diam mulai digerogoti oleh sindikat mafia pencurian kayu. Kejadian penangkapan pengiriman kayu jati dari TPK Gaul, Grajagan oleh Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) di sekitar Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring pada 21 Nopember 2015 lalu, merupakan fakta kuat tentang adanya sindikat penjualan kayu jati milik PT Perhutani. Sebab, pelakunya ternyata adalah Kepala TPK dan 3 orang stafnya.

Sindikat Pencurian Kayu

Stok kayu jati Perhutani di TPK Gaul, Grajagan, yang sempat diangkut keluar TPK untuk dijual.

Adalah Sekti, karyawan PT Perhutani yang bertugas sebagai Kepala Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Gaul, Grajagan, yang seharusnya bertugas untuk mengamankan dan melindungi asset Negara ternyata malah sebaliknya, mencuri asset yang setiap hari dijaganya.

Keterlibatan Sekti atas penjualan asset Negara berupa kayu jati hasil hutan produksi PT Perhutani itu awalnya terungkap ketika petugas Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) menangkap sebuah truk tronton warna hijau dengan nopol H 1838 yang tengah mengangkut kayu jati di sekitar Dusun Simbar, Desa Tampo Kecamatan Cluring. Saat ditangkap, sopir truk ternyata tidak dapat menunjukkan dokumen Kayu yang diangkut dari TPK Gaul, Grajagan. Karena itu, kayu tersebut kemudian dikembalikan lagi ke TPK Gaul.

Terkait kasus tersebut, Manager komersial kayu PT Perhutani wilayah Banyuwangi, Joko Santoso, kepada Memorandum menjelaskan, modus yang digunakan oleh kepala TPK Gaul itu adalah mengeluarkan stok kayu yang dicurinya dengan cara menumpang angkutan kayu yang akan dikirim ke pembeli resmi.

“Jadi, ada yang beli 10 M3 tetapi dikirim sebanyak 24 M3. Selain Kepala TPK, ada juga 3 orang stafnya yang juga terlibat. Kasus tersebut sudah kita sudah buatkan BAP dan sudah kita kirim ke Divisi Komersial Kayu di Semarang untuk diputuskan mengenai sanksinya. Sementara ini, yang bersangkutan hanya dipindah di Perhutani Probolinggo dengan status non-job,” jelas Joko Santoso.

Disinggung mengenai sanksi non-job yang dikenakan terhadap Sekti saat ini, menurut Joko Santoso, itu untuk sementara. “Karena yang menangkap itu Polhutmob, jadi kasus ini masuk kategori internal. Dan sanksi yang dikenakan juga secara internal, seperti pelanggaran disiplin internal. Tetapi, keputusan untuk pemberian sanksi ada ditangan Divisi Komersial Kayu PT Perhutani di Semarang,” ungkapnya. (bud/swa)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Perhutani Lindungi Karyawan Curi Kayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*