Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Penyesuaikan NJOP Tingkatkan Kemampuan Masyarakat Jalankan Usaha

Penyesuaikan NJOP Tingkatkan Kemampuan Masyarakat Jalankan Usaha

(797 Views) February 11, 2014 8:20 am | Published by | No comment

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi segera menyesuaikan klasifikasi nilai jual objek pajak (NJOP) di seantero Banyuwangi . Penyesuaian itu dilakukan setelah NJOP kali terakhir disesuaikan sebelas tahun silam, tepatnya tahun 2003. Sementara itu kenyataan di lapangan, harga jual tanah di Banyuwangi terus meningkat dari waktu ke waktu.

Penyesuaian klasifikasi NJOP tanah yang segera diberlakukan pasti berdampak positif bagi masyarakat. Selain terhindar dari permainan spekulan tanah, penyesuain NJOP tersebut justru dapat meningkatkan kemampuan permodalan masyarakat dalam menjalankan usaha. Menurut Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Banyuwangi, Suyanto Waspotondo Wicaksono, ada empat tujuan yang ingin dicapai pemkab dengan menaikan NJOP mulai tahun 2014. Tujuan pertama, kata Yayan sapaan akrab Kadispenda,  pemkab ingin memproteksi masyarakat agar tidak terombang-ambing spekulan tanah. Kedua, dengan penyesuaian NJOP, bargaining position masyarakat akan semakin kuat. “Ketika akan menjual tanah, masyarakat punya kekuatan yang kokoh. Kalau perlu NJOP dijadikan batas minimal nilai jual tanah,”ujarnya.

Tidak hanya itu, imbuh Yayan, penyesuaian NJOP dilakukan  sebagai salah satu sarana meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjalankan usaha. Contohnya, ada pengusaha kecil yang butuh modal dan ingin mengajukan kredit ke bank,  NJOP bisa dijadikan patokan. “Penyesuaian NJOP ini bisa memperluas gerak masyarakat dalam mendapatkan modal,” terang Yayan.

Selain itu, penyesuaian NJOP kali ini juga bisa meningkatkan kemampuan pemerintah dalam pelayanan masyarakat, salah satunya peningkatan bantuan keuangan yang diterima pemerintah desa se Kabupaten Banyuwangi. Karena, hasil dari pendapatan  dan retribusi NJOP yang berimbas meningkatnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) . “Jika NJOP disesuaikan maka pendapatan pajak dan retribusi dipastikan meningkat, otomatis dana yang dikembalikan ke desa juga meningkat. Sekadar diketahui, retribusi Rp 129 miliar dikembalikan ke desa sepuluh persen, jika dihitung, tiap desa mendapat bagian Rp 101,57 juta lebih.Selebihnya 90 persen pendapatan dan retribusi juga akan kembali ke masyarakat melalui program-program pembangunan pro rakyat,” ungkapnya.

Jika  dibandingkan harga jual secara riil, imbuh Yayan, klasifikasi NJOP di Banyuwangi sangat rendah. Kenyataan tersebut diketahui berdasar hasil laporan transaksi jual beli tanah  dan pajak tanah yang dilaporkan notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) se Banyuwangi. “Dari laporan dari notaris dan PPAT, terjadi selisih kelas tanah antara tiga kelas sampai 18 kelas. Misalnya tanah dijual seharga Rp 100 ribu per meter persegi tapi NJOP tanah ,” ujarnya.

Berdasar Undang-undang (UU) Nomor 12 Tahun 1994, jelas Yayan, NJOP diklasifikasikan dalam seratus kelas. Dari seratus kelas tersebut, nilai klasifikasi dari Rp 140 per meter persegi hingga kelas tanah tertinggi atau kelas satu seharga Rp 68.545.000 per meter persegi. “Pada prakteknya, sebidang tanah di Banyuwangi yang NJOP-nya sebesar Rp 1.000 permeter persegi dijual seharga Rp 400 ribu per meter persegi. Ini yang akan kita sesuaikan,” ungkap Yayan.  (Humas & Protokol)

Categorised in:

No comment for Penyesuaikan NJOP Tingkatkan Kemampuan Masyarakat Jalankan Usaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*