Penumpang Kereta Api Dapat Masker Aromaterapi

Banyuwangi – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 9 Jember bersama Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) melakukan sosialisasi pemakaian masker kepada penumpang kereta api. Mereka juga membagikan masker berstiker aromaterapi.

Selain itu, masker berstiker aromaterapi untuk membantu mengurangi rasa pengap dan bau mulut ketika memakai masker.Hal ini bertujuan, karana masker dinilai sangat penting untuk melindungi pemakainya dari berbagai infeksi atau kemungkinan menularkan infeksi Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman pentingnya memakai masker kepada penumpang kereta api jarak jauh dan lokal untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Ketua Tim PKM Poliwangi Firda Rachma Amalia, Rabu (22/6/2022).

Menurut Firda, penggunaan masker yang kurang baik akan memberikan dampak pada penyebaran kasus aktif. Faktor yang membuat penumpang tidak memakai masker secara benar karena rasa pengap dan bau saat bernafas.

“Faktor lain adalah tipe masker yang kurang standar tidak sesuai peraturan Kemenkes,” terangnya.

Sementara itu, bagi penumpang kereta api jarak jauh, PT KAI sudah menyiapkan masker yang sesuai standar, namun belum beraromaterapi. Sedangkan kereta api lokal tidak disediakan masker bagi penumpang.

“Peraturan di kereta api sudah mengikuti peraturan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus, yaitu penumpang wajib memakai masker selama perjalanan. Namun penumpang masih belum melaksanakan dengan baik dan benar,” kata Firda.

Selain itu, Penumpang sering mengeluhkan saat menggunakan masker selama perjalanan kurang nyaman. Sehingga banyak penumpang yang melepas masker atau menggunakan tidak sesuai protokol.

“Sosialisasi dan pembagian masker berstiker aromaterapi dilakukan di enam stasiun selama tiga hari, mulai Selasa (21/6), Rabu (22/6) dan Kamis (23/6). Setelah pembagian masker, penumpang diarahkan untuk mengisi kuisoner secara online sebagai alat ukur kuantitatif keberhasilan pengabdian,” imbuhnya.

Di Banyuwangi terdapat enam stasiun yang melayani penumpang meliputi Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Banyuwangi Kota, dan Ketapang. Setelah survei stasiun, maka Tim PKM Poliwangi memilih kereta api yang mempunyai penumpang terbanyak.

“Berdasarkan survei dan wawancara untuk kereta api jarak jauh dengan penumpang terbanyak adalah Kereta Api Sri Tanjung, Probowangi, Tawangalun dan Wijaya Kusuma dengan penumpang rata-rata per hari di wilayah Kabupaten Banyuwangi sebanyak 3000 penumpang. Itu sudah termasuk dengan penumpang KA Lokal Pandanwangi relasi Ketapang-Jember PP,” kata Plh. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember Tohari.

Tohari menyebut, ada beberapa masalah yang dihadapi. Salah satunya adalah kurang disiplinnya penumpang dalam memakai masker.

“Solusi dan pendekatannya melalui sosialisasi pentingnya memakai masker,” ucap Tohari.

Di sini, lanjut Tohari, Tim PKM Poliwangi juga memberikan edukasi dengan sosialisasi kepada para penumpang KAI berada di enam stasiun Banyuwangi. Selain itu juga membagikan brosur terkait pentingnya memakai masker dengan baik dan benar.

“Permasalahan kedua adalah banyaknya keluhan penumpang merasa kurang nyaman saat memakai masker selama perjalanan. Solusinya yang kami tawarkan adalah membagikan masker ber-sticker aromaterapi,” ujarnya.

Tohari menyebut, tujuan diberikannya masker itu yakni mengurangi bau mulut, pengap saat bernafas. Sekaligua memberikan kenyamanan saat menggunakan masker selama perjalanan, terutama perjalanan jarak jauh.

‚ÄúTarget dari solusi ini adalah meningkatkan kenyamanan saat menggunakan masker dan kedisipilinan penumpang menggunakan masker dengan dibuktikan kuisoner secara online,” tambahnya.

PT KAI juga mengimbau kepada penumpang agar mentaati pentingnya menerapkan protokol kesehatan selama dalam perjalanan maupun di stasiun. Sampai saat ini PT KAI masih menerapkan aturan sesuai SE Kementerian Perhubungan Nomor 57 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 sejak 18 Mei 2022. (Mad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.