Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Penjualan Asset KUD Usaha Bersama, Penjual dan Pemilik Rekening Meninggal

Penjualan Asset KUD Usaha Bersama, Penjual dan Pemilik Rekening Meninggal

(421 Views) November 4, 2016 9:51 am | Published by | No comment
penanganan-kasus-penjualan-asset-kud-usaha-bersama

– Tanah asset KUD Usaha Bersama, Kecamatan Kabat, yangterjual dengan harga Rp 4 miliar. (insert); salah satu penjual asset, H Nawawi, meninggal pekan lalu

Banyuwangi, Memorandum – Kelanjutan penanganan kasus penjualan asset tanah milik KUD Usaha Bersama, Kecamatan Kabat, mulai menarik perhatian kalangan perkoperasiaan di Banyuwangi. Paska terbentuknya susunan kepengurusan baru yang dipilih dan ditetapkan melalui Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) KUD Usaha Bersama yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kabat, Selasa (1/11) lalu, mulai terungkap beberapa hal menarik.

Salah satu diantaranya, ditemukannya bukti baru (novum) berupa; Surat Kuasa nomor; 51/D.15/K/1975 tertanggal 9 Juni 1975 yang diberikan oleh Pengurus Koperasi waktu itu kepada Asmuni AZ untuk melakukan pembelian sebidang tanah yang akan dipergunakan untuk pembangunan kantor dan gudang. Berdasarkan Surat Kuasa tersebut, jelas terbukti bahwa asset tanah yang sebelumnya disebut-sebut milik perorangan atas nama; Asmuni Azis, ternyata adalah milik KUD Usaha Bersama. Memang, berdasarkan Sertifikat Hak Milik No.201/Desa Pakistaji, gambar situasi tanggal 9 Juni 1977 No.1430/1977, tanah seluas 6.780 M2 tersebut masih atas nama; Asmuni Azis, yang diberi kuasa pengurus untuk melakukan pembelian tanah.

Dengan dasar bukti sertifikat atas nama; Amuni Azis itulah, 4 orang yang mengaku sebagai pendiri koperasi yang awalnya bernama Badan Usaha Unit Desa (BUUD), yakni; H Nawawi, H Hudhori, H Ismail dan Mad’hie, kemudian menjual asset tanah seluas 6.780 M2 tersebut dengan mengatas-namakan sebagai Kuasa BUUD “Usaha Bersama”/KUD Unit 5 Kabat, seharga Rp 4 miliar.

Namun demikian, Pengurus Baru KUD Usaha Bersama merasa yakin bahwa pihaknya akan dapat menyelamatkan asset dimaksud. “Selama ini, Pengurus KUD Usaha Bersama tidak pernah melakukan penjualan asset. Jadi yang menjual asset itu adalah orang-orang diluar kepengurusan KUD Usaha Bersama,” beber H Adil Ahmadiyono, Ketua KUD Usaha Bersama yang baru terpilih. H Adil menegaskan, pihaknya akan menempuh jalur hukum bila upaya penyelamatan asset tersebut mengalami kendala di lapangan.

Menariknya, seiring kabar akan digelarnya RALB yang diagendakan untuk mengungkapan kasus penjualan asset, salah seorang penjual yang sekaligus pemegang rekening utama hasil penjualan asset yakni H Nawawi, dikabarkan sempat mengalami stroke dan meninggal dunia pada pekan lalu. Kabar tersebut dibenarkan oleh H Adil Ahmadiyono. “Kita tidak ada urusan dengan siapa yang membeli dan siapa yang menjual. Karena itu adalah asset milik KUD, dan selama ini pengurus tidak pernah menjualnya,” ungkapnya. (bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Penjualan Asset KUD Usaha Bersama, Penjual dan Pemilik Rekening Meninggal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*