Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PARIWISATA » Pengunjung Pantai Grand Watudodol Balik Kucing

Pengunjung Pantai Grand Watudodol Balik Kucing

(1362 Views) April 25, 2016 10:03 am | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Sudah beberapa hari ini diberlakukan tiket masuk bagi wisatawan yang ingin berwisata ke pantai Kelopoan atau dikenal dengan Grand Watudodol. Tiket yang harus dibayar wisatawan ini dirasa tidak sepadan fasilitas yang ada di Grand Watudodol. Kondisi ini membuat jumlah wisatawan di tempat itu menurun. Para pegiat wisatapun mengeluhkan kondisi ini, karena mereka yang merasakan dampak langsung penurunan jumlah wisatawan.

Salah satu pegiat wisata yang mengeluhkan penurunan wisatawan akibat penarikan tiket masuk ke pantai Grand Watudodol adalah Ketua kelompok nelayan Bangsring Boat, Irvan Ismadi Putra. Menurutnya tiket masuk ke Grand Watudodol dipatok Rp 5.000., untuk hari Senin sampai dengan Jumat. “Sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu serta hari libur Rp 7.500 per orang,” jelasnya.

Sejak penerapan tiket tersebut, banyak bus pariwisata dan travel yang sudah biasa datang ke Grand Watudodol mengurungkan niatnya masuk ke tempat itu. Sebab tiket yang dipatok dirasa teralu mahal jika dibandingkan dengan fasilitas yang ada di Grand Watudodol. “Hari ini saja, ada 7 bus pariwisata yang urung masuk ke sini dan memilih ke pantai lain yang tidak dipungut biaya masuk,” ujarnya.

Para nelayan Bangsring Boat menurutnya mendapatkan imbas langsung dengan penurunan wisatawan ini. Sebab nelayan Bangsring Boat melayani rute wisata ke Pulau Tabuhan dan Pulau menjangan dengan pembarangkatan dari pantai Grand Watudodol. Menurutnya, dengan pemberlakuan tiket masuk ke Grand Watudodol ini, wisatawan yang ingin ke pulau Tabuhan atau Pulau Menjangan harus membayar tiket sebanyak tiga kali.

Pertama, tiket masuk ke Grand Watudodol Rp 5.000 atau Rp 7.500.,(Sabtu dan Minggu). Kedua Rp 25.000 untuk ke Pulan Menjangan dan ketiga Rp 5.000 ke Pulau Tabuhan. “Retribusi ini sangat merugikan kami karena ada tempat wisata lain yang juga melayani rute pulau tabuhan dan menjangan yang tidak dipungut biaya masuk,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh pegiat wisata  yang ada di Grand Watudodol sebenarnya sepakat ada retribusi masuk ke tempat itu. Namun, penerapan tiket masuk itu seharusnya dilakukan setelah sarana dan prasarana di Grand Watudodol yang masih dalam tahap pembangunan selesai secara keseluruhan. “Jika sarana dan prasarana di sini sudah selesai semua itu bisa menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan, sehingga para wisatawan tidak keberatan dengan retribusi yang ditetapkan,” ujarnya.

Tidak hanya pegiat wisata yang merasakan dampak langsung penurunan wisatawan akibat penerapan retribusi tiket masuk ke Grand Watudodol. Sejumlah pemilik warung ditempat itu juga merasakan hal yang sama. Warung mereka juga sepi pembeli. “Kalau tidak ada wisatawan yang datang pastinya warung kita tidak ada yang beli,” ujar seorang pemilik warung yang enggan namanya di korankan.(jai)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Pengunjung Pantai Grand Watudodol Balik Kucing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*