Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Pemkab Bersama Rajawali Foundation Latih Guru Sekolah Inklusi

Pemkab Bersama Rajawali Foundation Latih Guru Sekolah Inklusi

(867 Views) December 17, 2014 3:29 pm | Published by | No comment

BANYUWANGI – Seiring dideklarasikannya sebagai kabupaten Inklusi, Banyuwangi terus melakukan langkah-langkah konkret agar semua anak berkebutuhan  khusus bisa mengenyam pendidikan secara sempurna bersama anak-anak normal. Salah satunya menggandeng Rajawali Foundation untuk memberikan pelatihan kepada 54 guru dari beberapa sekolah SD hingga SMA di Banyuwangi.

Bertempat di SMPN I Giri, 54 guru ini mendapatkan pelatihan selama empat hari 15 – 18 Desember, tentang cara mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Dalam pelatihan tersebut, Rajawali Foundation yang juga bekerja sama dengan Innovera memberikan program mengajar dengan berbagai modul dan metode pendidikan kepada para pengajar.

Salah satu tutor dari Rajawali Foundation juga memberikan contoh langsung kepada para pengajar bagaimana memperlakukan anak berkebutuhan khusus, anak ini juga salah satu siswa di SMPN I Giri.

“Kita ini sedang bergerak cepat,untuk menyiapkan policy bahwa anak-anak berkebutuhan khusus difabel tidak harus bersekolah khusus. Tapi dia bisa bersama-sama, anak-anak tidak boleh diekslusifkan dia harus menjadi bagian dari kita. Tetapi guru juga harus punya berkemampuan khusus. Bersama Rajawali Fondation ini akan memberikan pemahaman, menangani mendesain bagaimana rencana pembelajaran anak-anak,” terang Bupati Anas saat mengunjungi pelatihan ini, Selasa (17/12).

Ditambahkan Bupati Anas, selama ini, keberadaan sekolah khusus masih terbatas. Sebagian besar ada di daerah kota dan jauh dari rumah anak penyandang disabilitas. Kondisi itu sering membuat mereka mengalami putus sekolah. Dengan keberadaan sekolah inklusi ini, mereka bisa bersekolah di tempat yang lebih dekat dengan rumah mereka.

Dalam skema yang dikembangkan di Banyuwangi, anak penyandang disabilitas bisa belajar di sekolah reguler dari jenjang SD hingga SMA. Mereka bisa mempelajari dan mengikuti mata pelajaran, kegiatan yang sama di sekolah umum tanpa ada diskriminasi.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Suratno, saat ini ada 115 sekolah penyelenggara pendidikan inklusi, terdiri atas 28 sekolah PAUD, 44 SD/MI, 26 SMP/MTs, dan 17 SMA/MA. Seluruh sekolah tersebut dilengkapi dengan guru pembimbing khusus dan sarana prasarana yang aksesibel bagi anak penyandang disabilitas. Kehadiran sekolah-sekolah tersebut bisa memberi kemudahan bagi anak penyandang disabilitas dalam mengakses pendidikan. “Kita juga telah melengkapi regulasinya dengan perbub bagi sekolah inklusif,” ujar Suratno.(Humas Protokol)

Categorised in:

No comment for Pemkab Bersama Rajawali Foundation Latih Guru Sekolah Inklusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*