Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali

Click to open Menus
Home » EKONOMI » Pemimpin Daerah Didorong Terapkan Good Governance

Pemimpin Daerah Didorong Terapkan Good Governance

(805 Views) November 21, 2014 5:56 pm | Published by | No comment

BANYUWANGI – Upaya mendorong  implementasi tata kelola pemerintahan yang baik terus menderu. Dorongan kali ini disuarakan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake saat menghadiri seminar bertema “Reinventing Local Leadership Training For a New Era in Governance” di Banyuwangi. Menghabiskan 30 tahun sebagai diplomat karier di beberapa negara sedang berkembang, Dubes Blake ingin memberikan secuil pengalaman untuk dijadikan pijakan bagi pemimpin daerah di Indonesia.
Ia mengatakan, komitmen pemerintahan sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pembangunan menuju negara berkembang dan maju. Karena itu, Dubes Blake mendorong perlunya pemimpin yang kompeten di bidang kesehatan, hukum, ekonomi, politik, dan responsif menanggulangi masalah korupsi. “Layanan masyarakat adalah hal yang paling penting,” kata Dubes Blake dihadapan puluhan kepala daerah, Kamis (20/11).

Dubes Blake melihat Indonesia secara umum berhasil menjadi negara demokratis pasca reformasi 1998.  Reformasi berhasil menghadirkan sosok presiden yang ingin memenuhi asa rakyat Indonesia. “Reformasi 16 tahun telah menghubungkan masyarakat dengan tata kelola pemerintahan yang baik di Indonesia,” kata dia.

Di Mesir dan Libya, ia mengingatkan bahwa pemimpin sarat korupsi terbukti digulingkan oleh rakyat.  Selain itu, Blake memberikan contoh gaya pemerintahan di Timur Tengah yang diktator membuat ekonomi negara kian terhempas karena menutup kesempatan bagi rakyat untuk berkembang. Akibatnya  memantik kerusuhan di tingkat arus bawah.

Tapi tidak di Indonesia. Dengan potensi ekonomi dan penduduk muslim terbanyak di dunia, kata dia,  Pemerintah Indonesia membuka kesempatan seluasnya bagi generasi muda untuk berkembang, ikut menyokong pertumbuhan ekonominya. “Sekaligus komitmen memberantas korupsi,” ia menambahkan.

Dubes Blake memastikan Indonesia tidak akan terdampak badai Arab Spring layaknya dinamika politik di negara Timur Tengah. “Saya selalu jawab Indonesia tidak terancam karena demokratis dan warga bisa mengekspresikan keluhannya. Pemimpin pun langsung bisa menjawab keluhan itu,” kata Blake.

Karenanya, ia meminta supaya bupati atau wali kota untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik. Salah satu cara dengan memanfaatkan jejaring sosial media dalam hal kecepatan buat merespon keluhan dan tanggapan. Termasuk mengaplikasikan teknologi informasi untuk mereduksi potensi korupsi penggunaan anggaran dan transparansi. “Tata kelola yang baik akan menjadikan kepemimpinan Anda lebih baik,” ia berpesan.

Dubes Blake turut mengapresiasi langkah Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas yang berhasil memanfaatkan IT untuk kebutuhan memacu tata kelola pemerintahan. Di tempat yang sama, Bupati Anas mengatakan saat ini ada 1.500 titik WiFi di Banyuwangi. Pihaknya juga gencar membangun jaringan fiber optic hasil kerjasama dengan PT Telkom. Kerja keras ini menobatkan Banyuwangi sebagai daerah berstatus digital. Nama Banyuwangi pun kian mencorong di tingkat nasional.

Ia sedikit mengulik beberapa langkah kebijakan di Pemkab Banyuwangi menuju good governance. Langkah yang dimaksud Bupati Anas seperti mempermudah layanan perijinan, pemberian beasiswa, gerakan sedekah oksigen, inovasi layanan kependudukan, konsep penataan ruang, serta memaksimalkan keunggulan potensi sumber daya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Saya tidak lagi ijinkan karaoke, diskotik, dan hotel melati berdiri di sini. Saya ingin menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata keluarga dengan keunggulan alamnya, seperti hutan, gunung, dan laut. Kami sadar ini potensi di sini,” kata Bupati Anas.

Pemikiran Bupati Anas disokong Sarwono Kusumaatmadja, pakar kebijakan publik. Untuk membangun ekonomi daerah, kata Sarwono, bisa berangkat dari potensi yang dimiliki setiap daerah. “Saya sejalan dengan cara berpikir Bupati Anas. Membangun dengan persepsi potensi. Kadang kala ada daerah yang sebetulnya banyak sumber daya alam, tapi masih saja merasa miskin. Ini karena persepi potensi yang salah,” Sarwono merespon. (Humas Protokol)

Categorised in:

No comment for Pemimpin Daerah Didorong Terapkan Good Governance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

you MUST enable javascript to be able to comment