Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Pembunuh Karyawan Koperasi Dituntut 15 Tahun Penjara

Pembunuh Karyawan Koperasi Dituntut 15 Tahun Penjara

(562 Views) November 1, 2016 10:55 am | Published by | No comment
sidang-pembunuhan-banyuwangi

Terdakwa Saplani usai mendengarkan tuntutan dari JPU Hari Utomo

Banyuwangi, Memorandum- Hukuman 15 tahun penjara kini mengancam Saplani Mistah, (25), terdakwa kasus pembunuhan karyawan koperasi, Restu Wahyu Bahtiar. Ancaman pidana itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin (31/10). Saplani recananya akan melakukan pembelaan pada sidang minggu depan.

JPU Hari utomo menyatakan, karena dalam surat dakwaan ada dakwaan primair dan Subsidair maka pihaknya lebih dulu membuktikan dakwaan primair. Dalam uraian yang didasarkan pda fakta persidangan, JPU berpendapat perbuatan terdakwa sudah memenuhi unsure dakwaan primair sehingga dakwaan subsidair tidak perlu dibuktikan.

Sehingga JPU Hari Utomo  menuntut  terdakwa berdasarkan dakwaan primair yakni pasal 338 KUHP. Dimana terdakwa Saplani Mistah diduga telah melakukan pembunuhan terhadap Restu Wahyu Bahtiar. “Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Saplani Mistah dengan pidana penjara selama 15 tahun,” katanya.

Dalam surat tuntutan tersebut, Hari utomo menyampaikan pertimbangan yang memberatkan terdakwa. Jaksa kelahiran Banyuwangi ini memandang tidak ada pertimbangan yang meringankan terdakwa.

Adapun pertimbangan memberatkan adalah perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, perbuatan terdakwa adalah perbuatan main hakim sendiri, terdakwa belum meminta maaf. “Terdakwa juga belum dimaafkan oleh keluarga korban,” ujar Hari Utomo pada sidang yang digelar sekitar pukul 13.00 WIB kemarin.

Dalam sidang sebelumnya, Saplani sempat membantah keterangan yang disampaikan penyidik Polsek  Glenmore Brigadir Dian Arisandi. Ada dua poin keterangan yang dibantah terdakwa yakni berkaitan penjualan sepeda dan kayu yang digunakan untuk memukul korban.

Berkaitan dengan STNK motor, Dian Arisandi menyebut melacak motor korban yang dijual terdakwa dengan bekal STNK. Keterangan ini dibantah terdakwa. Sebab dirinya menjual motor beserta STNK-nya. Setelah dikroscek, akhirnya diketahui keterangan terdakwa dibenarkan penyidik. Dian Arisandi meralat keterangannya menyatakan melacak motor dengan berbekal BPKB.

Berikutnya terkait kayu yang digunakan memukul korban hingga tewas. Saksi Dian Arisandi menyebut kayu tersebut dibakar terdakwa usai melakukan pembunuhan. Sedangkan terdakwa mengaku kayu tersebut dibuang ke sungai. Meskipun sudah dikroscek Majelis Hakim terdakwa maupun penyidik tetap bertahan dengan keterangannya masing-masing.

Sidang kasus ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan. “Kami minta waktu satu minggu,” ujar Pengacara terdakwa, Siti Nurhayati.(jai)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Pembunuh Karyawan Koperasi Dituntut 15 Tahun Penjara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*