Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Pemberlakuan OPD Baru ‘Tour of Duty’ dan Tantangan Kedepan

Pemberlakuan OPD Baru ‘Tour of Duty’ dan Tantangan Kedepan

(516 Views) January 3, 2017 11:31 am | Published by | No comment

Oleh ; Eko Budi Setianto

Pemilihan seorang pejabat untuk menduduki jabatan sebagai pemimpin dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sepenuhnya merupakan hak prerogatif Bupati selaku Kepala Daerah. Dan (tentunya), itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan dimasing-masing OPD dalam rangka mengaplikasikan rencana pembangunan sesuai dengan visi-misi Bupati.

Dalam rangka itulah, sekaligus mengawali pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disyahkan DPRD pada 19 Agustus 2016 lalu, Jum’at (30/12) lalu Bupati H Abdullah Azwar Anas resmi melantik 780 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas, untuk menempati posisi masing-masing di 21 Dinas, 4 Badan dan 10 Bagian di lingkungan Pemkab Banyuwangi.

Beda dengan tradisi sebelumnya, pelantikan pejabat OPD kali ini sengaja dilakukan di bawah terik Matahari di Lapangan Taman Blambangan. Bupati Anas beralasan, sengaja melantik para pejabat OPD di lapangan karena ingin agar pejabat OPD yang baru ini lebih tangguh dan mau bekerja lebih keras lagi. “Karena tantangan ke depan semakin berat,” kata Bupati Anas, yang mengaku optimis dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang baru, dengan ritme kinerja yang diharapkan akan lebih baik.

Namun demikian, penempatan pejabat yang masuk dalam gerbong tour of duty (pergiliran tugas, red.) yang dipilih dan ditentukan oleh Bupati Anas kali ini tak urung juga menyisakan banyak pertanyaan, khususnya tentang kapabilitas masing-masing pejabat dalam mengemban tugas barunya. Selain itu, dari sekian banyak pejabat yang di mutasi, ternyata masih ada 98 pos jabatan yang belum terisi.

Menurut Bupati Anas, belum diisinya 98 pos jabatan dibeberapa SKPD itu merupakan strategi baru yang dijalankan Pemkab Banyuwangi untuk menghadapi tantangan di 2017. “Dulu pernah semua posisi jabatan kita penuhi. Namun saat akan melakukan penyegaran, sulit. Karena semua posisi telah terkunci. Kali ini sengaja kita kosongkan beberapa posisi untuk memudahkan kita dalam mengatur susunan birokrasi. Misalnya, suatu saat ada pejabat yang hebat, kita tinggal masukkan saja,” ungkapnya.

Dalam acara refleksi akhir tahun dan doa bersama yang digelar menyambut detik-detik pergantian tahun, Bupati Anas menguraikan tentang tantangan yang akan dihadapi Kabupaten Banyuwangi di tahun-tahun mendatang. Di antaranya adalah lonjakan angka pengangguran. Menurutnya, saat ini banyak tenaga kerja asal Banyuwangi yang dulunya bekerja di luar daerah, akhirnya kembali ke Banyuwangi karena banyak pabrik yang tutup ataupun pindah.

Namun demikian, untuk menempati posisi ‘yang penuh tantangan’ tersebut yakni sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bupati Anas ternyata masih mempercayakan kepada pejabat lama yang sudah menempati pos tersebut sebelumnya, yakni Drs Saiful Alam Sudrajat. “Tentu ini menjadi tantangan baru, di tengah lapangan pekerjaan yang terbatas dan angkatan kerja yang semakin meningkat. Meski demikian, masyarakat Banyuwangi hendaknya tetap optimis dalam menghadapinya. Dan kedepan, tantangan memang semakin dinamis. Tetapi dengan kerja keras dan doa kita semua, kami optimis bisa melawatinya,” ungkapnya.

Tentang upaya peningkatan daya saing, Bupati Anas mengurai tentang langkah-langkah yang akan ditempuhnya, diantaranya adalah penguatan SDM yang meliputi; pengentasan anak putus sekolah, pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta pelatihan ekonomi kreatif berbasis komunitas. “Pemkab, akan mengkolaborasikan ratusan pelatihan yang diadakan Pemkab dengan melibatkan peserta pelajar SMK/SMA. Sehingga siswa SMK setelah lulus akan mendapat ketrampilan lebih untuk bekal dia nanti,” ungkapnya.

Pertanyaannya kemudian, mampukah SKPD terkait mengakselerasi kinerjanya untuk mencapai apa yang diharapkan Bupati, sementara pada posisi pimpinannya masih ditempati pejabat sebelumnya, yakni Alief Rahman Kartiono, SE, ME., sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Drs Sulihtiyono, MM, M.Pd., sebagai Kepala Dinas Pendidikan?. Semoga. (Eko Budi Setianto)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Pemberlakuan OPD Baru ‘Tour of Duty’ dan Tantangan Kedepan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*