Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Pembangunan Proyek Marina Resahkan Nelayan Kampung Mandar

Pembangunan Proyek Marina Resahkan Nelayan Kampung Mandar

(688 Views) August 4, 2016 10:37 pm | Published by | No comment
Proyek Marina Pantai Boom Dimata Nelayan Kampung Mandar

– Tampak dari jauh, beberapa bangunan diatas Pulau Temorana (sisi sebelah barat Pantai Boom) yang sudah berdiri sejak beberapa waktu lalu.

Banyuwangi, Memorandum – Bagi nelayan Kampung Mandar, kawasan Pantai Boom dan sekitarnya merupakan lahan tempat mengais rezeki sehari-hari. Selama ini, mereka selalu menggantungkan hidup dari potensi kelautan yang ada di kawasan Selat Bali itu. Dan seiring dengan mulai dibangunnya kawasan Pantai Boom sebagai Pelabuhan Marina Internasional yang akan menghabiskan biaya ratusan miliar rupiah, para nelayan pun mulai resah.

“Karena faktor cuaca dan kondisi alam, sejak empat bulan terakhir ini para nelayan disini tidak melaut. Kalaupun ngotot untuk melaut, tetap tidak dapat ikan. Menghadapi kesulitan seperti ini saja kita sudah cukup susah. Apalagi nanti kalau Boom sudah dibangun untuk pariwisata, pastinya akan semakin menghalangi aktifitas kami sebagai nelayan. Pastinya akan tambah susah,” ungkap Jumal (62), Ketua Masyarakat Nelayan Selatan (Marsel), Lingkungan Krajan, Kelurahan Kampung Mandar, kepada Memorandum di tempat tinggalnya, Rabu (3/8) kemarin.

Menurut Jumal, dia dan hampir semua nelayan di Kampung Mandar belum tahu persis tentang apa dan bagaimana Pelabuhan Marina Pantai Boom yang pembangunannya tengah dikerjakan oleh PT Pelindo Property Indonesia (PPI). “Ya tanyakan saja kepada nelayan disini, apa mereka tahu apa itu proyek Marina Boom. Nggak ada yang tahu kok. Selama ini kita tahunya hanya berdasarkan omongan dari mulut ke mulut saja, termasuk dari tetangga saya yang aktifis LSM. Jadi kita belum pernah diajak ngomong secara langsung oleh yang punya proyek itu. maka wajar kalau para nelayan disini merasa resah. Mereka takut, proyek itu nantinya akan mengganggu kehidupan kita sebagai nelayan,” tutur Jumal.

Disinggung tentang apa sebenarnya yang paling ditakutkan oleh para nelayan terkait adanya Pelabuhan Marina Internasional nantinya, menurut Jumal, yang paling ditakutkan adalah mereka akan kehilangan ‘ruang gerak’ dalam aktifitasnya sebagai nelayan. “Kalau sudah dibangun sebagai pelabuhan internasional, tentunya Boom akan berubah menjadi megah, ramai, bersih, rapi, dan dijaga ketat. Kalau seperti itu, para nelayan pasti akan takut untuk sandar. Terus dimana mereka akan sandar? Dimana tempat mereka akan bongkar hasil tangkapannya? Itu yang membuat kita menjadi resah dan bingung. Masih belumjelas bagaimana kelanjutan nasib kita sebagai nelayan,” kata Jumal.

Namun demikian, lanjut Jumal, pada prinsipnya nelayan tidak pernah menolak adanya pembangunan. Hanya saja, kata Jumal, pemerintah harus mampu memberikan solusi dan jalan keluar yang yang bijak bagi kelangsungan hidup para nelayan. “Kita tidak menolak. Tetapi keberadaan kita sebagai masyarakat kecil harus mendapat perhatian dari pemerintah,” harapnya.

Sementara itu, dari pantauan Memorandum di lapangan, Proyek pembangunan sarana-prasarana Pelabuhan Marina Pantai Boom di Pulau Temorana (sisi sebelah barat Pantai Boom, red.) kembali dikerjakan setelah sempat terhenti beberapa minggu. Sedangkan dokumen Amdal sebagai dasar pelaksanaan proyek tersebut, pembahasannya baru memasuki sidang ke tiga pada akhir Juli 2016 lalu. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Pembangunan Proyek Marina Resahkan Nelayan Kampung Mandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*