Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Pelaksana Proyek Dana Alokasi Khusus Pendidikan Tak Beretika

Pelaksana Proyek Dana Alokasi Khusus Pendidikan Tak Beretika

(694 Views) July 27, 2016 9:13 am | Published by | No comment
  • Bongkar Ruang Kelas Sekolah (RKS), Genteng Hendak Dibawa Kabur
SDN 5 Sumberbaru Siliragung Banyuwangi protes

Kondisi SD Negeri 5 Barurejo Siliragung yang kini tidak memiliki genteng setelah diturunkan pelaksana proyek yang kini masih misterius.

Banyuwangi, Memorandum- Proyek pembangunan rehab sekolah, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kab. Banyuwangi, di SD Negeri 5 Barurejo Kec. Siliragung jadi rasan-rasan dewan guru dan wali murid. Pasalnya, pelaksana proyek dianggap tidak memiliki etika ketimuran, karena tanpa koordinasi berniat menghilangkan ribuan genteng yang sudah diturunkan dari tiga ruang kelas.

Akibatnya keributan itu, berbuntut panas pihak sekolah protes, mengadukan indikasi kecurangan ke Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Kec. Siliragung dan pula Polsek Siliragung. Ironisnya tidak ada papan nama proyek.

Bagi publik disana, harusnya pelaksana proyek tahu makna transparansi. Sebagian ingin tahu berapa nilai pagu proyek yang diberikan ke pelaksana proyek dengan penunjukan langsung (PL).

“Kayak siluman saja, mengerjakan rehap gedung. Pihak sekolah tidak diberitahu sama sekali selembar copy surat SPK maupun nilainya. Apalagi mereka tidak mencantumkan papan nama proyek,” kata seorang dewan guru yang enggan disebut identitasnya.

Tiba-tiba, lanjut sumber Memorandum, pelaksana proyek bersama pekerja datang langsung menurunkan genteng berikut atap tiga ruang kelas sekolah (RKS), tanpa pemberitahuan kepada pihak sekolah.

Pantauan Memorandum di SD Negeri 5 Barurejo itu, ada tiga RKS yang kondisinya sudah diturunkan genteng. Namun benar adanya tidak ada papan nama proyek layak pada umumnya proyek pemerintah dikerjakan pihak ketiga.

Kepala SD Negeri 5 Barurejo ditemui, kemarin (25/7), mengatakan menyayangkan tindakan pelaksana proyek yang kesannya mengabaikan etika. “Ternyata pihak CV (badan usaha) itu tidak mempunyai tata krama atau kesantunan. Mestinya tinggal di Jawa mengerti adat istiadat,” ungkap Khoiri kesal.

Yang dikesalkan Khoiri, genteng pres yang kondisinya masih lumayan bagus, usai diturunkan tidak diinventarisir layaknya barang Negara disekolah itu. Pelaksana proyek membawa ribuan genteng dengan kendaraan itu ketempat lainnya. “Kami nggak tahu genteng itu dibawa kemana. Padahal itu asset Negara yang harusnya ada inventarisir dan penghapusan,” ungkapnya.

Awalnya Khoiri berniat melapor ke Polsek Siliragung sendiri, namun diurungkan dan memilih melaporkan ke Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Kec. Siliragung terlebih dahulu selanjutnya resmi mengadukan ke Polsek. “Kami sudah mengadukan ke Dinas Pendidikan Kab. Banyuwangi. Supaya genteng itu kembali ketempat asalnya,” pungkasnya.

Kepala UPTD Kec. Siliragung, Muhammad Djabir membenarkan peristiwa itu terjadi di SD Negeri 5 Barurejo. Sudah resmi dilaporkan ke Kepolisian maupun ke Kepala Dinas Pendidikan Kab. Banyuwangi Drs. Sulihtiyono, MM.

“Termasuk pihak Sarpras Dinas Pendidikan juga sudah dikabari kejadian ini. Paling tidak tahu dan memberikan teguran keras,” ucapnya. (swa)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in: ,

No comment for Pelaksana Proyek Dana Alokasi Khusus Pendidikan Tak Beretika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*