Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » PBB dan Pajak Penerangan Jalan Memberi Kontribusi Terbesar PAD Banyuwangi Triwulan I 2016

PBB dan Pajak Penerangan Jalan Memberi Kontribusi Terbesar PAD Banyuwangi Triwulan I 2016

(928 Views) April 15, 2016 1:43 pm | Published by | No comment
PBB dan Pajak Penerangan Jalan

Plt Kepala Dinas Pendapatan, Fajar Swasana

Banyuwangi, Memorandum – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi di triwulan I tahun anggaran 2016 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir Maret 2016, realisasi PAD mencapai Rp. 84.199.714.517,28 atau setara dengan 27,41 persen dari target sebesar Rp. 307.162.563.268,58. Sementara pada triwulan I tahun 2015 realisasi PAD senilai Rp. 58.497.661.962,26 atau 23,49 persen dari target kala itu. Jika trend peningkatan tersebut bisa dipertahankan atau bahkan meningkat, maka target PAD tahun 2015 sebesar  Rp 307 Miliar bakal bisa tercapai bahkan melampaui.

Berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi, dari capaian PAD tersebut penerimaan yang mempunyai kontribusi terbesar bersumber dari; lain-lain Pendapatan asli Daerah yang sah sebanyak Rp 32.415.364.209,28  Disusul berikutnya dari Pajak Daerah sebesar Rp 31.245.555.168. Retribusi Daerah sebesar Rp 8.227.242.109. Sedangkan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp. 12.311.553.031.

Plt Kepala Dinas Pendapatan, Fajar Swasana mengatakan, penerimaan PAD terbesar masih seperti tahun sebelumnya, bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pedesaan dan perkotaan sebesar Rp. 10.318.899.080 atau 37,52 persen dari target yang ditetapkan pada APBD 2016 sebesar Rp. 27.500.000.000. Berikutnya dari pajak penerangan jalan memberikan kontribusi sebesar Rp. 11.863.051.654 atau 26,07 persen dari target sebesar Rp. 45.504.997.546.

“Penerimaan PBB di triwulan I tahun 2016 cukup bagus, hal ini menandakan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak sudah semakin meningkat,” jelas Fajar Swasana saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (14/4).

Dari  10 jenis pajak daerah yang menjadi sumber PAD Banyuwangi, penerimaan pajak mineral bukan logam dan batuan atau galian C hingga akhir bulan Maret tahun 2016 masih tergolong kecil dibandingkan dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi. Pemerintah Daerah beralasan, banyak aktifitas pertambangan galian C yang belum memiliki ijin, sehingga Dispenda tidak berani memungut pajak kepada pengusaha tambang galian C ilegal.

Selanjutnya untuk pendapatan dari pajak hotel maupun pajak restoran, di triwulan I 2016 sudah semakin meningkat, pajak hotel terealisasi sebesar Rp. 985.659.158 atau 31,44 dari target. Untuk pajak restoran terealisasi sebesar Rp. 1.320.596.082 atau 35,22 persen dari target.

“perolehan pajak hotel dan restoran semakin meningkat,berkat terobosan-terobosan yang dilakukan Dispenda, dengan memberikan kemudahan pembayaran pajak” ungkap Fajar Swasana.

Kemudian untuk retribusi daerah, kontribusi terbesar terhadap PAD bersumber dari retribusi perijinan tertentu. Hingga akhir Maret sudah membukukan pendapatan sebesar Rp. 1.345.712.101 atau 108,70 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 1.238.000.000. Namun juga ada retribusi yang hingga kini penerimaannya masih nol, yakni retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol. (ydi)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for PBB dan Pajak Penerangan Jalan Memberi Kontribusi Terbesar PAD Banyuwangi Triwulan I 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*