Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Pantai Boom, Riwayatmu Kini (2), Menjadi Bagian Sejarah Perkembangan Banyuwangi

Pantai Boom, Riwayatmu Kini (2), Menjadi Bagian Sejarah Perkembangan Banyuwangi

(1383 Views) August 13, 2016 4:12 pm | Published by | No comment

Pantai Boom, Riwayatmu Kini

Banyuwangi, Memorandum – Pantai Boom, adalah sebuah pelabuhan alam yang memiliki catatan panjang dalam sejarah perkembangan Banyuwangi. Lebih dari dua abad silam, nama Banyuwangi dan Pantai Boom sudah masuk dalam catatan sejarah perkembangan komunikasi dunia. Berdasarkan catatan sejarah, peletakan kabel laut dari Australia menuju daratan Banyuwangi (Pantai Boom) selesai pada 20 Nopember 1871. Dan sejak itu, Pantai Boom dan daratan Banyuwangi sudah mulai berfungsi menjadi ‘jembatan’ dan jalur komunikasi yang menghubungkan Benua Australia dengan Inggris dan daratan Eropa lainnya.

Beberapa tahun kemudian, kawasan pelabuhan yang berada di sisi timur Kota Banyuwangi itu juga tercatat sebagai pelabuhan untuk mengekspor buah Pisang ke Australia. Selain itu, ketika para jamaah calon Haji masih harus menggunakan Kapal Laut untuk bisa sampai ke Arab Saudi, Pelabuhan Boom sudah pernah menjadi salah satu titik pemberangkatannya.

Kini, keberadaan Pantai Boom yang selama ini sudah menyatu dan menjadi bagian dari kultur tradisi masyarakat Banyuwangi itu kembali menggeliat dan mulai menjadi perhatian banyak pihak. Hal itu seiring dengan dijadikannya kawasan Pantai Boom sebagai tempat penggelontoran dana pemerintah secara-besar-besaran, yang hingga saat ini belum terasakan manfaatnya.

Menurut catatan Memorandum, disisi barat Pantai Boom tepatnya di Muara Sungai dekat jembatan masuk Pantai Boom, antara tahun 2002 – 2003 pernah dilakukan pengerukan yang menghabiskan anggaran sedikitnya Rp 2 miliar rupiah. Penjelasan pemerintah waktu itu, di kawasan yang dikeruk tersebut akan digunakan untuk pengembangan wisata Bahari. Namun hingga kini wisata Bahari yang dijanjikan itu belum ada wujudnya. Bahkan saat ini, kawasan yang pernah dikeruk itu tumbuh malah lebat tanaman bakau.

Selanjutnya, adalah pembangunan dan pengembangan Dermaga Pelabuhan Rakyat disisi utara Pantai Boom. Pembangunan yang telah menghabiskan anggaran Ratusan Miliar Rupiah itu hingga kini belum juga selesai meski telah dikerjakan sejak 7 tahun lalu. Dan kini, kawasan tersebut kembali akan digerojog dana besar untuk pembangunan Pelabuhan Marina Internasional.

Yang menjadi masalah adalah, bahwa perubahan bentuk dan kondisi Pantai Boom dari nuansa tradisional menjadi area internasional itu tentu akan menimbulkan berbagai dampak sosial, khususnya bagi masyarakat sekitar yang selama ini menggantungkan hidup dan mata-pencahariannya di kawasan tersebut. “Kami senang pemerintah terus melakukan pembangunan. Tetapi pemerintah juga harus berpikir bagaimana kami tidak sampai kehilangan mata pencaharian, karena adanya proses pembangunan itu,” ungkap Jumal (62), seorang tokoh nelayan yang tinggal di Lingkungan Krajan, Kelurahan Kampung Mandar.

Lalu, apa yang diharapkan Jumal dari Pemerintah?. “Beri kami kepastian. Kalau lahan (laut, red.) tempat kami mencari ikan selama ini dipakai untuk pembangunan, lalu kemana kami harus pindah?,” ungkapnya. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in: ,

No comment for Pantai Boom, Riwayatmu Kini (2), Menjadi Bagian Sejarah Perkembangan Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*