Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » POLITIK » Pak Anas Bicara Pakai Data, Bukan Mengada-ada

Pak Anas Bicara Pakai Data, Bukan Mengada-ada

(912 Views) November 25, 2015 11:46 am | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Debat publik antar dua pasangan calon (Paslon) Bupati – Wakil Bupati Banyuwangi putaran kedua yang digelar di Gedung Wanita Paramitha Kencana, Senin (23/11) malam, semakin sengit.

Dari pantauan Memorandum, hampir semua program pembangunan yang diungkap oleh pasangan H Abdullah Azwar Anas – Yusuf Widyatmoko (Dahsyat), menjadi sasaran empuk untuk dikritisi oleh pasangan Sumantri Sudomo – Sigit Wahyu Widodo (Su-Si).

Pak Anas Bicara Pakai Data, BUkan Mengada-ada

Calon Bupati Banyuwangi, H Abdullah Azwar Anas, bersama para pendukungnya di Pos Relawan Dahsyat, Senin (23/11) malam

Salah satunya adalah seputar dunia pertanian, yang menurut Sumantri Sudomo, masih banyak masalah yang dialami para petani khususnya dalam hal pengairan sawah mereka. “Masih banyak petani yang ameggeluh tentang saluran irigasi pertanian. Percayakan, bawa masalah itu akan dapat kami tuntaskan,” kata Sumantri, saat mengkritisi program pasangan Dahsyat.

Sejurus kemudian, Abdullah Azwar Anas pun membeber tentang progress dunia pertanian, yang berdasarkan data dari Dinas Pertanian, juga mengalami perkembangan yang tidak kalah dengan industry kepariwisataan.

Menanggapi hasil perdebatan antar dua pasangan calon yang pada 9 Desember 2015 mendatang akan berebut suara pemilih, Ketua Tim Relawan Dahsyat, H Rudy Santoso, mengaku tidaka khawatir dengan ungkapan dan tudingan miring yang disampaikan oleh pasangan Su-Si. Menurut Rudy, apa yang diungkap oleh Abdullah Awar Anas adalah fakta yang berbasis data. “Pak Anas itu bicara data, bukan mengada-ada. Ini faktanya,” ungkap Rudy Santoso, sembari menyodorkan data dari Dinas Pertanian.

Data tersebut mengungkapkan, ditengah pesatnya peekembangan industri pariwisata Banyuwangi,.program-program sektor pertanian tak lantas diabaikan. Terbukti hingga saat ini Kabupaten Banyuwangi masih dikenal sebagai lumbung pangan di Jawa timur maupun ditingkat Nasional. Terbukti, produktivitas padi yang mencapai 6,6 Ton per hektar, melebihi produktifitas padi ditingkat propinsi yang hanya 5,9 Ton per hektar dan nasional sebesar 5,2 Ton per hektar.

Sebagai lumbung pangan di Jawa timur, Banyuwangi terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan jumlah produksi padi, salah satunya dengan mengontrol alih fungsi lahan pertanian melalui Peraturan Daerah. Sedangkan untuk meningkatkan produktifitas padi, Pemerintah daerah berupaya melakukan langkah, seperti meningkatkan kesuburan tanah olahan melalui pengunaan pupuk organic. Selain itu juga dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi dan pembuatan embung guna menampung air hujan. Saat ini luas tanam padi di Kabupaten Banyuwangi tercatat seluas 69.850 hektar.

Selain sebagai lumbung padi, Kemeterian Pertanian menjadikan Kabupaten Banyuwangi sebagai lumbung kedelai nasional. Produktifitasnya mencapai 3 Ton per hektar, melampaui produktifitas kedelai nasinaol yang hanya mencapai 1,5 Ton per hektar. Sehingga Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah percontohan gelar inovasi tehnologi Kemeterian Pertanian untuk meningkatkan produksi kedelai. “Kalaupun masih ada permasalahan menyangkut irigasi pertanian, itu bukan semata karena pembangunannya, tetapi karena kondisi alam yang tengah terjadi saat ini, yakni musim panas yang berkepanjangan. Saya kira, masyarakat akan paham tentang itu,” kata Rudy. (bud/ydi)

Sumber : Koran Harian Memorandum

MEMORANDUM

Categorised in:

No comment for Pak Anas Bicara Pakai Data, Bukan Mengada-ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*