Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Pabrik Gula Glenmore Dibangun Untuk Siapa?

Pabrik Gula Glenmore Dibangun Untuk Siapa?

(660 Views) January 24, 2017 1:10 pm | Published by | No comment

– Antrian Truk pengangkut tebu di Pabrik Gula Glenmore

Keterlibatan masyarakat sekitar terhadap keberadaan sebuah Pabrik Gula (PG), rata-rata hanya sebatas sebagai ‘tenaga kasar’ atau ‘buruh borongan’. Itupun terjadi ketika gula masih dalam proses produksi. Setelah itu, ketika produk gula sudah siap dipasarkan, system pemasaran serta jalur distribusi yang dibangun selama ini malah sangat jauh dari jangkauan masyarakat sekitar. Dan sama dengan kebanyakan masyarakat umum lainnya, termasuk yang tinggal jauh dari lokasi PG, masyarakat sekitar pun juga harus membeli dengan harga yang sama ketika mereka ingin merasakan ‘manisnya’ gula yang diproduksi di dekat tempat tinggalnya.

Atas dasar itulah, tidak salah bila ada tudingan yang menyatakan bahwa tujuan pendirian sebuah PG masih lebih banyak berorientasi ke bisnis murni (Business Oriented) dari pada untuk kepentingan sosial (Social Oriented). Artinya, keberadaan PG tidak menjamin bahwa masyarakat sekitar bisa langsung merasakan manisnya gula yang diproduksi. Malah sebaliknya, merekalah yang terlebih dahulu harus ‘kecipratan’ pahitnya. Kejadian pencemaran di Sungai Sampen Baru, beberapa waktu, menunjukkan fakta tentang itu.

Maka, tidak menutup kemungkinan bila kondisi ‘umum’ yang dialami masyarakat sekitar PG

juga akan terjadi dilingkungan PG Glenmore, yang dibangun diatas areal milik PT Perkebunan (PTPN) XII, Kebun Kalirejo, di Dusun Sidodadi, Desa Kalirejo, Glenmore. Apalagi, sementara ini, keterlibatan Pemkab Banyuwangi dalam PG tersebut hanya sebatas ‘mengamankan’ agar PG bisa beroperasi dengan baik sesuai target. “Jadi, pendirian sebuah PG itu tidak bisa menjamin tentang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Itu terjadi di hampir semua PG yang ada selama ini,” ungkap Muhammad Sahlan, saat terlibat diskusi kecil dengan penulis, beberapa waktu lalu.

– Papan Nama Pembangunan Pabrik Gula Glenmore. (Memorandum – Eko Budi Setianto)

Anggota Fraksi Golkar DPRD Banyuwangi itu menyatakan, sebenarnya, kondisi masyarakat sekitar PG yang sangat kotradiktif dengan ‘manisnya gula’ itu masih bisa dinetralisir atau bahkan bisa dirubah sama sekali bila Pemkab Banyuwangi lebih pro-aktif mengambil peran. “Jalur pendistribusian gula ke pasar itu adalah; dari Pabrik, ke distributor, kemudian ke Agen, dan  baru ke pengecer. Bila melalui jalur tersebut, orientasinya adalah pasar. Maka masyarakat sekitar juga harus membelinya dengan harga yang sama dengan harga pasar. Di jalur distribusi inilah Pemkab melalui BUMD atau Perusahaan Daerah yang ditunjuk, bisa mengambil peran dengan meminta jatah distribusi untuk kepentingan masyarakat lokal. Itu yang harus dilakukan atau diupayakan oleh Pemkab. Kalau tidak, masyarakat sekitar hanya akan kebagian limbahnya saja,” beber Sahlan. (bersambung. Penulis adalah wartawan Memorandum).

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Pabrik Gula Glenmore Dibangun Untuk Siapa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*