Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali

Click to open Menus
Home » PERISTIWA » Nasib LCT Sri Tanjung Biru Tenggelam Dibiarkan Pengelola PBS

Nasib LCT Sri Tanjung Biru Tenggelam Dibiarkan Pengelola PBS

(1287 Views) June 9, 2016 12:41 am | Published by | 1 Comment

Banyuwangi – Kapal Landing Craft Tank (LCT) Sritanjung Biru milik Pemkab Banyuwangi tenggelam ditambatan dermaga pelabuhan LCM (Landing Craft Mechine) Ketapang Banyuwangi, Rabo malam (8/6).

Informasi dilapangan, penyebab tenggelamnya, diduga kuat karena pengelola sekaligus penyewa kapal atas nama PT. Pelayaran Banyuwangi Sejati (PBS) tidak becus dan mengakibatkan kerusakan parah pada body dan mesin kapal. “Kapal itu sudah berbulan-bulan rusak dan oleh pengelola (PBS) dibiarkan tertambat dipinggir dermaga,” kata sumber terpercaya yang meminta identitasnya dirasasiakan wartawan, dilokasi tenggelam kapal itu, kemarin.

Bahkan, lanjut sumber itu, tidak hanya kapal Sritanjung Biru saja yang dibiarkan terbengkalai. Namun juga kapal LCT Sri Tanjung Merah juga milik Pemda Banyuwangi rusak parah dan terkesan dibiarkan saja. “Kalau managemen bagus, kapal (tua) masih bisa digunakan. Asal pengelola pandai menggunakan waktu antara perawatan termasuk doking kapal,” beber sumber tersebut.

Di era jaman direktur PT. PBS, Mas Prayudi (pengelola di era Bupati Ratna Ani Lestari, lanjut sumber itu, dua Sri Tanjung itu mampu menyumbang PAD Rp. 5 sampai dengan 3 miliar lebih pada Kas Daerah Pemkab Banyuwangi. Sejak pergantian orde pengelolaan itulah, dua Sri Tanjung dikelola tidak lagi maksimal. Terlebih dua kapal tersebut dikelola sejumlah orang elit politik partai besar yang issuenya sebagai balas jasa atas suksesnya pemilihan kepala daerah saat itu. “Semacam balasa jasa atau hadiah kepada elit,” imbuhnya.

Keuangan hasil pendapatan pengelolaan dua kapal LCT Sri Tanjung disinyalir bocor kemana-mana. Namun kecurigaan tersebut seharusnya ada pemeriksaan dari auditor independent pada PT. PBS saat ini, untuk membuktikan issue dugaan kebocoran tersebut benar dan tidaknya.

Kenyataan, sejak saat ini status pengelola kapal bukan lagi dengan menggunakan sistem pengelola murni. Tapi sudah dirubah menjadi sistim sewa antara pengelola dengan Pemkab Banyuwangi. Bahkan yang terbaru pembayaran sewa menyewanga masih menyisakan piutang dari pengelola sekarang yang dipandegani Direktur PT. PBS Wahyudi, SE.

Banyak elemen masyarakat yang menyayangkan tidak berfungsinya kembali dua kapal tersebut. Menurut sejumlah awak kapal yang masih beroperasi di Selat Bali, tidak lagi terurus dan sengaja dibiarkan rusak kapal itu hanya menjadi bangkai bisu semata.

Padahal dulu dua kapal tersebut adalah kebanggaan masyarakat Banyuwangi, dari hasil buah pikiran almarhum Bupati Ir. Samsul Hadi. Dan sukses terkenal banyak memberi kontribusi terbesar pada penyumbang pendapatan asli daerah hingga sudah BEP (break even point).

Sandi Nugroho, Staff Humas ASDP saat dihubungi via telephone pribadinya mengatakan pada wartawan, bahwa “tidak ada kapal karam, hanya ada kapal milik pemerintah daerah yang sedang tidak beroperasi yaitu LCT Sritanjung Biru I tenggelam saat di anjungan. Kejadiannya sudah mulai pagi air masuk kebadan kapal,” ungkapnya.

Sementara pihak managemen PBS dihubungi telephone pribadinya tidak aktif. Demikian pula Dinas Perhubungan Komunikasi  dan Informatika belum memberikan keterangan resmi terkait bangkai kapal di anjungan tersebut. (kurnia/ashari)

Categorised in:

1 Comment for Nasib LCT Sri Tanjung Biru Tenggelam Dibiarkan Pengelola PBS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

you MUST enable javascript to be able to comment