Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Nasabah BPR Wilis Punya Hak Mengadu Ke Polisi

Nasabah BPR Wilis Punya Hak Mengadu Ke Polisi

(560 Views) November 17, 2016 2:42 pm | Published by | No comment
bpr-wil_eko-sutrisno_kuasa-hukum

Pengacara BPR Wilis, Eko Sutrisno

Banyuwangi, Memorandum – Pengaduan Edi Susanto dan Iin Indahsari, warga Desa Selogiri RT 02/RW 01, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro akhirnya di tanggapi pihak BPR Wilis. Pihak BPR menyebut kedua orang itu memiliki hak untuk mengadukan hal itu ke pihak Kepolisian. Pengaduan itu terkait pengecatan rumah keduanya dengan tulisan “Tanah dan Bangunan Ini Dalam Pengawasan PT. BPR Wilis”

Tanggapan BPR Wilis ini disampaikan melalui pengacaranya, Eko Sutrisno kemarin (16/11). Die menyebut, setiap orang memiki hak masing-masing untuk mengambil langkah hukum termasuk kedua orang tersebut. “Sah-sah saja mereka melakukan pengaduan, itu hak mereka,” ujarnya ditemui di pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

Dia menjelaskan, pengecatan atau pemasangan tulisan dalam pengawasan itu sudah melalui proses yang panjang. Sebelum melakukan langkah itu, pasti surat peringatan sudah dilayangkan kepada yang bersangkutan. Dia juga yakin surat peringatan itu tidak hanya disampaikan satu kali saja. “Kalau sudah dilakukan pengecetan seperti itu, pasti didahului langkah-langkah sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Ketika disinggung masih berlangsungnya musyawarah pemilik rumah dengan pihak  BPR Wilis, dia kembali menegaskan musyawarah bisa tetap dilakukan. Namun prosedur tetap harus dilakukan. “Kalau musyawarah menghasilkan kesepakatan dan sudah diselesaikan, tulisan pengawasan itu tinggal dihapus saja,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Edi Susanto dan Iin Indahsari, warga Desa Selogiri RT 02/RW 01, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro,  yang mengaku sebagai nasabah BPR Wilis mengadukan dugaan perbuatan tidak menyenangkan serta memasuki pekarangan tanpa ijin ke Polres Banyuwangi.  Pengaduan itu menyusul pengecatan rumah kedua orang itu. Keduanya resmi mengadukan ke Polres Banyuwangi, 9 November lalu  didampingi Pusat Bantuan Hukum Lembaga Pemantau Penyelenggara Triaspolitika RI (LP2TRI).

Ketua DPD LP2TRI, Umar, menyatakan, berdasarkan penjelasan Edi dan Iin, tulisan di tembok rumah itu  membuat keduanya merasa tidak nyaman. Mereka menyayangkan pengecatan itu dilakukanb saat proses musyawarah masih berlangsung. Mereka menyebut pihak BPR melakukan pengecatan tulisan itu tanpa izin pemilik.(jai)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Nasabah BPR Wilis Punya Hak Mengadu Ke Polisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*