Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Misteri Naga Emas di Wisma Gunung Kumitir

Misteri Naga Emas di Wisma Gunung Kumitir

(7043 Views) August 4, 2016 10:27 pm | Published by | No comment
Misteri Gunung kumitir

Wisma Merawan di Gunung Gumitir menyimpan misteri dunia mahluk gaib. (Nre)

Banyuwangi, Memorandum – Bicara Gunung Gumitir,  terlintas dalam pikiran jalan menuju Banyuwangi dari arah Jember yang membelah kaki gunung Raung penuh tikungan tajam. Hamparan pepohonan besar disela-sela banyak tanaman kopi menyajikan pemandangan yang hijau dan indah.Udara sejuk pun terasa ketika melintasi kawasan ini.

Kawasan ini sejak jaman Belanda dijadikan sentra perkebunan kopi dan tempat peristirahatan  oleh Kolonial dimasa itu. Kini sisa-sisa peninggalan Belanda itu masih ada. Sayangnya banyak yang sudah tidak terawat. Salah satu bangunan wisma Merawan atau Gumitir masih berdiri kokoh disisi kanan jalan, persis  di tikungan maut dari arah Jember.

Ketika penulis berhenti dan mencoba melihat dari dekat teringat akan cerita-cerita mistik yang lalu-lalang akan bangunan ini. Banyak cerita misteri  wiswa milik PTPN Nusantara XII di Gunung Gumitir ini jauh sebelum ditanyangkan di acara “ Mr. Tukul Jalan-jalan “ di sebuah tv swasta nasional.

Cerita keangkeran wisma diketinggian 600 meter diatas permukaan air laut di kaki gunung Raung memang sudah dibuktikan banyak orang. Mulai penampakan kuntil anak, wewe gombel, pasukan berkuda hingga sosok naga emas yang memiliki ekor yang tidak jelas ujung ekornya menjadi cerita misteri yang melegenda.

Wisma  Merawan ini tahun 90 –an pernah dialih fungsikan menjadi villa . Letaknya yang menawarkan udara segar dan panorama yang indah banyak wisatawan dari  Jerman dan Belanda dan lokal menghinap. Penulis pernah merasakan pelayan di wisma Merawan masih wilayah Kabupaten Jember ini saat menemani tamu dari Belanda. Saat itu tidak terlintas pikiran soal keangkeran dan misteri dibaliknya. Dalam perjalanannya  Villa ini akhirnya ditutup oleh pengelola karena tamu mulai sepi. Dahulu tempat ini memang digunakan tempat peristirahatan oleh orang-orang Belanda hingga tahun 1980 masih difungsikan untuk tamu direksi PTPN XII.

“ Yang saya dengar banyak tamu sering dikerjai mahluk halus. Mulai suara aneh hingga penampakan noni-noni Belanda,” kata Robert salah satu warga Glenmore –Banyuwangi yang dulu pernah menjadi gaed touris asal Belanda.

Kerap kali pintu mendadak terbuka lalu tertutup kembali meski dikunci. Petugas wisma sering dibuat heran. Kamar yang telah  ditata rapi kembali acak-acakan. Layaknya digunakan menginap tamu yang berkunjung di Villa.

Pengalaman tamu tidak sekali dua kali terjadi. Warga disekitar wiswa mengakui jika wisma Gumitir dihuni jin dan mahluk gaib.  Boleh dibilang istana hantu. Kondisi yang tidak terawat pohon besar di pintu masuk wisma, menguatkan kesan misteri akan bangunan besar di kaki gunung Raung ini.

“ Ya kalau mau coba buktikan silahkan saja pak. Orang sini saja kalau lewat halaman situ banyak yang tidak berani,” kata Warto pencari kayu bakar dan petani kopi di temui Memorandum,Selasa sore(2/8).

Tidak jarang di depan wisma sering terjadi kecelakaan yang menalan korban jiwa. Mulai truk terguling, pengendara motor tewas terjauh. Bahkan yang tebaru sebuah mobil kijang terjun bebas ke jurang sedalam 100 meter. Peristiwa kecelakaan yang menewaskan dua orang ini terkesan janggal. Betapa tidak menurut cerita korban yang hidup dalam kecelakaan itu melihat jalan lurus. Padahal jelas-jelas tikungan tajam dan kondisi jalan naik.

“ Di sekitar wisma itu ada penunggu berujud ular naga emas. Yang janggal naga raksasa itu ekornya tidak jelas dimana ujungnya. Mungkin dipucuk gunung Raung,” kata Suprapto supranatural asal Banyuwangi ini.

Ular naga ini yang menunggu kawasan keseluruhan wilayah di bawah Gunung Raung. “ Kalau melihat sejarahnya hutan ini menyimpan banyak misteri khususnya berkaitan dengan perjalanan Dhamarwulan utusan Majapahit saat akan membunuh raja Blambangan prabu Minak Jinggo,” cetus Suprapto.

Lain menurut Slmaet (47), Ular itu merupakan penunggu intan yang ukuranya sebesar buah kelapa. Bahkan menurut penglihatan gaib banyak pusaka peninggalan tentara Majapahit yang ada di sekitarnya. “ Saya pernah lelaku disana nampak merah delima. Tapi ketika saya minta tidak diberikan,” aku Slamet warga Rogojampi kepada Memorandum.

Nama Gumitir sendiri diambil dari kisah utusan kerajaan Majapahit yakni Layang Seto dan Layang Gumitir yang tewas dibunuh ketika melakukan penghadangan Dhamarwulan setelah berhasil membunuh raja Blambangan Minak Jinggo. Di hutan ini Layang Gumitir meninggal setelah kalah adu kesatian dengan Dhamarwulan. Sejarah ini kerap diceritakan dalam lakon “ Janger” oleh warga di Banyuwangi. (nre)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in: ,

No comment for Misteri Naga Emas di Wisma Gunung Kumitir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*