Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Miniatur Barong Kemiren Dari Pendarungan

Miniatur Barong Kemiren Dari Pendarungan

(1276 Views) January 16, 2017 11:37 am | Published by | No comment

Miniatur Barong Osing, asal Desa Pendarungan Kabat, ingin eksistensi Budaya Osing lebih luas. (ft. Istimewa/Ayu Nida Laily)

Banyuwangi, Memorandum – Miniatur seni budaya Barong Osing dan Bali, ternyata dibuat asal DusunKrajan Desa Pendarungan Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Persis sama dengan Barong aslinya dan memiliki keunikan ukurannya hanya 7 sampai dengan 10 cm saja. Membuatnya dibutuhkan ketelitian dan kecermatan serta konsentrasi yang tinggi dengan tingkat kesulitan besar.

Memorandum ingin mengenalkan potensi anak-anak muda seni kreatif yang memiliki empati tinggi dunia seni dan budaya kesenian Barong Osing yang biasa dikenal Barong Kemiren dan Barong asal Pulau Dewata Bali yang mampu dibuat pemuda kreatife, Aufa Aulia Rahman, Mulyadi dan Santo,  dengan alat seadanya yang di design sendiri.

Harapan mereka, dari hoby ini bisa mendatangkan rejeki dan mendatang mereka ingin ikut berkontribusi membangun dan melestarikan budaya osing Banyuwangi. Terkait Barang Bali, dianggapnya kultur budaya Banyuwangi memiliki nilai sejarah dengan Bali. Apalagi peminat miniatur barong ini, juga berasal dari Bali.

 “Awalnya memang hobi dan berfikir bagaimana caranya barong itu dilihat dipajang didalam rumah, rasanya tidak mungkin dengan bentuk aslinya yang sebesar itu. Kemudian saya mendapatkan inspirasi dari sesepuh di Banyuwangi yaitu Desa Kemiren dengan membuat miniature barong. Dan saya bertekat untuk membuat sendiri,ya…lumayan hasilnya memuaskan. Bukan hanya saya saja di Desa pendarungan ini pengerajin satu-satunya, Santo dan Mulyadi adalah kawan saya yang membantu untuk membuat kerajinan miniature barong ini. Nah…selain membuat barong yang bercirikhas Banyuwangi kami juga bisa membuat miniature Barong Bali dan Barong-barong cirikhas daerah lainnya,” jelas Aufa.

Mengandalkan bahan seadanya pengerajin barong di Desa Pendarungan ini mampu berkarya dengan cukup maksimal. “ Dari sisa kayu bangunan yang saya ambil dan saya kumpulkan, saya bisa membuat kepala barong dengan mengukirnya menggunakan silet cutter yang tak seberapa harganya, kemudian saya membuat badan barong dengan plastic yang tidak terpakai,sebuah kain perca yang tidak terpakai juga saya gunakan untuk pembungkus badannya barong tersebut.Dan sayap barong menggunakan sampul depan buku yang tidak terpakai. Untuk alat penghalus kepala barong saya gunakan dynamo mainan yang digabungkan dengan charger yang direkatkan amplas. Intinya semuanya adalah hasil daur ulang dan ornament Osing  yang bercirikhas berwarna merah tidak hilang”. Jelasnya.

Aufa, Santo, Mulyadi pengrajian miniatur Barong Osing, asal Desa Pendarungan Kabat

”Harapan kedepannya untuk mengenalkan budaya Banyuwangi khususnya Barong Osing bisa dikenal dimasyarakat luar Banyuwangi dengan membawa cirikhas Banyuwangi dalam bentuk miniature Barong Osing.Ini lho…cirikhas Barong dari Banyuwangi. Untuk harga berkisar antara 500rb sampai 1jt rupiah. Tergantung tingkat kesulitan pengerjaannya”. Ungkapnya.

Disampaikan pula, mereka juga mampu membuat kerajian seperti membuat piring, lepek, dan beberapa macam dari kayu. “Kami ingin ikut pameran, dalam kegiatan Banyuwangi Festival tahun 2017 ini. Kami ingin eksistensi kami diketahui banyak pihak dan masyarakat. Kami ingin menjadi Mahameru budaya osing Banyuwangi. Mendatang kami juga ingin pameran diluar Banyuwangi seperti di Bali dan Surabaya serta Jakarta,” ungkapnya. (ayu/coi)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Miniatur Barong Kemiren Dari Pendarungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*