Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BANYUWANGI FESTIVAL » Meski Diterpa Hujan Deras, Festival Ngarak Endhog dan Ancak Sukses Digelar

Meski Diterpa Hujan Deras, Festival Ngarak Endhog dan Ancak Sukses Digelar

(1098 Views) January 17, 2015 6:16 pm | Published by | No comment

BANYUWANGI – Festival Ngarak Endhog (telur) dan Ancak sukses digelar, Sabtu  sore (17/1). Meski diterpa guyuran hujan deras yang menyebabkan pelaksanaannya  diundur satu jam, peserta dan masyarakat tetap terlihat bersemangat  mengikuti acara yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 Hijriah tersebut.

Festival ini diawali dengan pawai dari lima penjuru, yang kemudian finish di Simpang Lima. Kelima penjuru start itu adalah arah dari sisi Utara bertolak dari Masjid Agung Baiturahman, (Jalan PB Soedirman). Penjuru 2 mengambil start dari Kantor Telkom, (Jalan Dr Soetomo), dan penjuru berikutnya berawal dari arah timur tepatnya Paldam, Jalan MT Hariyono.

Penjuru 4 dari arah timur lainnya, yang dimulai dari depan SDN 4 Penganjuran. Dan terakhir dari arah barat perwakilan siswa SMP hingga SMA/SMK akan berjalan dari depan SDN Muhammadiyah, Jl. Jakgung Suprapto. Total ada 18 kelurahan yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Sembari berpawai, mereka menggemakan bacaan sholawat Nabi. Sehingga yang terasa bukanlah sekedar pawai arak-arakan, melainkan pawai yang menghidupkan gema sholawat nabi.

Di Simpang Lima, setelah semua peserta pawai tiba dari lima penjuru yang telah ditetapkan, dimulailah makan nasi ancak bersama dan dum-duman endhog (bagi-bagi telur). Sebelumnya mereka menggelar  doa bersama agar peringatan tersebut diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Di tengah  keantusiasan warganya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan kebanggaannya kepada masyarakat Banyuwangi yang terus menjaga tradisi agar tak punah dilekang waktu. “Saya bangga karena tradisi endhog-endhogan ini terus hidup, terutama di kampung-kampung. Itu menunjukkan kecintaan kita kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dan kita senantiasa mengharapkan syafaatnya kelak,”kata bupati.

Tradisi unik endhog-endhogan memang  digelar di Banyuwangi sejak puluhan tahun yang lalu setiap Maulid Nabi Muhammad SAW tiba. Beberapa literatur menyebutkan tradisi endhog-endhogan Maulid ini diawali 12 tahun setelah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) yang tahun 1926 oleh tokoh agama dari Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Namun perayaan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Pada perayaan yang sudah-sudah, endhog-endhogan ditancapkan pada jodang (batang pohon pisang) dan diarak dengan mengendarai becak. Tahun ini ribuan endhog tersebut diarak di atas ancak untuk dimakan bersama warga. Peserta pawai membawa 568 buah ancak dengan telur yang berjumlah sekitar 6.412 butir.Uniknya, perayaan ini juga  dilaksanakan serentak di 24 kecamatan se-Banyuwangi, tepat pada jam yang sama.

Mengapa tradisi ini menggunakan endhog? Ini terkait dengan filosofi telur sendiri, di mana dalam telur memiliki tiga lapisan. Yakni, kulit (cangkang, Red), putih dan kuning yang ketiganya simbolisasi dari nilai-nilai Islam. Kulit bermakna Iman, Putih telur adalah Islam, dan Kuning diartikan Ihsan. Sebuah filosofi yang mendalam.

Telur yang diarak biasanya ditancapkan pada jodang. Karena, pohon pisang juga memiliki makna dan simbol kehidupan yang sangat bagus, dimana pohon pisang tak akan mati sebelum berbuah. Dan jika ditebas di dalamnya masih ada lapisan yang baru dan akan terus tumbuh. Inilah makna yang luar biasa dari tradisi endhog-endhogan. (Humas & Protokol)

Categorised in: , ,

No comment for Meski Diterpa Hujan Deras, Festival Ngarak Endhog dan Ancak Sukses Digelar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*