Menpan dan RB Puji Inovasi Layanan Publik Banyuwangi

1058 views
banner 468x60)

BANYUWANGI – Berbagai inovasi pelayanan publik yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapatkan apresiasi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB), Yuddy Chrisnandi. Menpan dan RB pun ingin agar inovasi pelayanan publik di Banyuwangi bisa menjadi percontohan dan diterapkan di seluruh Indonesia.

Untuk melihat performa layanan publik di kabupaten berjuluk The Sunrise Of Java itu, Yuddy melakukan kunjungan ke beberapa lokasi pelayanan terpadu.

Kunjungan pertama dilakukan di Kantor Badan Pelayan Perizinan Terpadu (BPPT). Di tempat ini, Yuddy melihat langsung alur sistem pelayanan yang diselenggarakan oleh BPPT, meninjau meeting business room yang disediakan untuk investor dan melihat kendaraan operasional yang melayani perixinan secara mobile dari desa ke desa.

Selanjutnya kunjungan dilakukan di Puskesmas Sobo. Di tempat ini, Menpan tertarik untuk melihat inovasi program bayi lahir langsung mendapatkan akta kelahiran yang telah berjalan. Selain itu Menpan juga meninjau kelengkapan layanan yang ada di pusat kesehatan ini.  Kemudian kunjungan berlanjut ke Pusat Layanan Samsat dan Badan Kepegawaian Daerah. Di BKD Menpan sempat melihat proses tes CPNS yang menggunakan sistem CAT. Terakhir Menpan meninjau Dinas Pendapatan yang menyelenggarakan layanan PBB drive thru.

Menpan Yuddy mengatakan, beberapa pelayanan publik yang diterapkan Banyuwangi  merupakan program inovasi yang mampu memberikan kemudahan dan mempercepat pelayanan bagi masyarakat. Menpan juga mengapresiasi pelayanan perizinan yang memberikan karpet merah bagi investasi . Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat yang mempermudah proses investasi dengan memangkas berbagai regulasi yang rumit.

“Kemudahan regulasi dan cepatnya pengurusan perizinan memberikan iklim yang kondusif bagi investasi. Selain itu, sistem komputer sudah online ke sistem pengarsipan sehingga orang yang mengurus perizinan tidak menunggu lama. Sistem juga  online, terhubung dengan dinas lainnya yang mengeluarkan izin-izin prinsip  sehingga semuanya sudah connect dan pengurusan lebih cepat dan langsung selesai. Ini adalah contoh-contoh akuntabilitas yang harus menjadi standar layanan di semua tempat,” beber Yuddy.

Menpan juga memberikan apresiasi terhadap penataan ruang-ruang kantor yang mampu dimaksimalkan pemanfaatannya. “ Banyuwangi bisa memaksimalkan apa yang dimilikinya. Gedung-gedung yang ada disulap untuk meningkatkan dukungan layanan meski dengan dana yang minimum. Hasilnya efisiensi dan peningkatan efekstifitas  kinerja yang prima. Tempat lain harusnya juga bisa menerapkan ini,” cetus Menpan.

Selain itu, dalam kunjungannya ini Menpan juga ingin mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan pemerintah. Serta mengetahui berbagai persoalan terkait pelayanan di masyarakat agar bisa cepat mendapatkan penyelesaian ataupun perbaikan yang tepat. “Saya yakin pelayanan yang diberikan ini bisa memberikan kepuasan bagi masyarakat,” kata Yuddy.

Menpan pun meminta kepada Bupati Abdullah Azwar Anas untuk memberikan inspirasi kepada kepala daerah lain dengan mengundang mereka ke Banyuwangi. “Banyuwangi bisa membuat gathering untuk memberi kesempatan bagi daerah lain melihat pusat-pusat pelayanan publik terpadu, objek-objek pembangunan dan pariwisata yang dikembangkan agar menjadi contoh bagi daerah lain untuk maju seperti Banyuwangi,” pungkas Menpan. (Humas Protokol)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply

*