Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Menguak Misteri Tumpangpitu Pesanggaran-Banyuwangi (1)

Menguak Misteri Tumpangpitu Pesanggaran-Banyuwangi (1)

(687 Views) May 18, 2016 6:47 pm | Published by | No comment

Masuk Kekuasaan Nyi Roro Kidul, Termasuk Gunung Kahyangan Sapto Margo Tempat Pepunden Tanah Jawa Bersemayam

Misteri gunungTumpang Pitu

Banyuwangi, Memorandum – Warga masyarakat sekitar Kecamatan Pesanggaran, secara turun-temurun percaya dan yakin, bahwa gugusan Gunung Tumpangpitu adalah Gunung Kahyangan Sapto Argo, tempat dimana Ki Semar, yang dipercaya sebagai pepunden Tanah Jawa, bersemayam.

Menurut penuturan para sesepuh adat setempat, Gunung yang terletak dipinggir laut kawasan Pantai selatan itu konon juga dikuasai oleh Nyi Ratu Kidul (Nyai Roro Kidul). Salah satu singgasana penguasa laut kidul itu juga dipercaya berada di kawasan pegunungan yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi pusat perhatian karena kandungan mineralnya. “Singgasana Ratu Kidul itu berada di Gunung Manis, tepatnya didekat Pantai Parangkursi,” tutur Mas Tri warga Dusun Kampung Baru 78 Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran, yang dikenal tokoh ditemui Memorandum, pekan kemarin.

Masyarakat sekitar Gunung Tumpangpitu juga meyakini bahwa gunung tersebut sakral dan memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan alam dan lingkungan mereka. Trimanto, salah satu budayawan asal Desa Pesanggaran, menuturkan, pada saat dia melakukan ritual dan meditasi di pantai selatan, pernah ditemui seekor kijang berwarna putih berkaki tiga. “Begitulah, keanehan-keanehan itu merupakan wujud dari kesakralan Gunung Tumpangpitu. Karenanya, kita tidak bisa sembarangan memperlakukannya,” ungkapnya.

Tentang kekayaan alam yang berlimpah, termasuk kandungan emas yang ada didalam perut Gunung Tumpangpitu, menurutnya, sudah diketahui secara turun-temurun oleh warga sekitar.

“Kekayaan alam yang berupa berupa kandungan emas itu sudah diketahui sejak zaman nenek-moyang dulu. Dan masyarakat yakin, bila emas diambil maka akan terjadi perubahan keseimbangan alam yang bisa menimbulkan ancaman bencana yang besar,” ungkapnya.

Husni, seorang warga Dusun Pancer, memiliki pengalaman lain tentang Gunung Tumpangpitu. Menurutnya, pada saat melakukan penggalian lubang tambang di tengah-tengah hutan, dia mengaku pernah dijumpai salah seorang wanita cantik bermahkota.

Wanita cantik itu kemudian mengajak Husni jalan-jalan menuju laut selatan. Ternyata dalam laut selatan itu ada bangunan besar dan sangat megah sekali. Bahkan wanita yang menggunakan bahasa jawa halus itu sempat memberinya nasehat;  “Wong dipenging ngebor, Kok panggah ngebor (sudah dilarang ngebor kok tetap ngebor),” kata Husni menirukan wanita tersebut.

Hal lain tentang Gunung Tumpangpitu juga diungkap oleh Kusnadi. Pria ini menuturkan, pada saat mencari tempat untuk dilakukan penggalian lubang tambang, ternyata dia  menjumpai sebuah gua besar ditengah hutan.  Gua itu tepatnya berada didekat mata air Gunung Tumpangpitu. Ternyata gua yang ditemukan itu terkunci dan hiingga sekarang ini masih misterius. (swa) Bersambung...

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Menguak Misteri Tumpangpitu Pesanggaran-Banyuwangi (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*