Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Mengenang Kisah Tragis Kapal LCT Putri Sritanjung (2)

Mengenang Kisah Tragis Kapal LCT Putri Sritanjung (2)

(411 Views) January 14, 2017 2:14 pm | Published by | No comment

Sudah Benar-benar Tenggelam

Oleh    ;

Eko Budi Setianto

Paska-kejadian karamnya Kapal LCT Putri Sritanjung pada Kamis, 9 Juni 2016, seperti ‘bola panas’ kasusnya mulai menggelinding deras ke permukaan. Menyusul terbentuknya Pansus DPRD yang dibentuk untuk mengungkap dan menangani permasalahan asset milik Pemkab Banyuwangi tersebut, kalangan LSM juga menggalang kekuatan dengan membentuk sebuah konsorsium. Dalam pertemuan audiensi yang digelar di gedung DPRD pada Kamis 16 Juni 2016, Pansus yang diketuai oleh Ir H Naufal Badri menerima sejumlah pegiat LSM yang tergabung dalam konsorsium.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Konsorsium LSM, Ir HM Eko Sukartono, sempat mengungkap kekhawatirannya tentang terjadinya intervensi yang dilakukan pihak lain terhadap kinerja Pansus. Namun, Eko Sukartono merasa yakin kepada Pansus setelah mendapat ‘jaminan mati’ dari Ir H Naufal Badri selaku Ketua Pansus. “Tadi kita sudah sampaikan tentang kemungkinan adanya intervensi terhadap Pansus, termasuk dari kalangan eksekutif. Dan Naufal secara tegas menyatakan, dia siap mati membela Pansus. Ya kita pegang saja janjinya,” kata Eko Sukartono, seusai pertemuan.

Namun hingga masa tugas Pansus berakhir, hasil kerja Pansus tidak ada kejelasan. Sesuai rencana semula, hasil kerja Pansus tersebut akan disampaikan melalui Rapat Paripurna DPRD yang digelar pada Kamis 28 Agustus 2016, namun batal. Naufal Badri menolak menjelaskan secara rinci tentang hasil kerja dan rekomen dari yang dikeluarkan Pansus. “Nanti saja setelah kita sampaikan dalam paripurna. Semua kita sampaikan secara jelas dan gamblang. Namun yang pasti, Pansus telah menemukan beberapa hal penting dan krusial terkait pengelolaan Kapal Sritanjung. Tindak-lajutnya, kita akan minta dilakukan audit oleh BPK,” ungkapnya waktu itu.

Setelah agak lama menjadi polemik, kasus penyimpangan dan dugaan korupsi yang terjadi didalam manajemen PT PBS, mulai disetor ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Sebagaimana diungkap oleh Koordinator Forum 5 Maret (Format) Banyuwangi, Mas Soeroso, SE., sebagai saksi pelapor dia sudah dipanggil dan diperiksa terkait kasus tersebut. Selain itu, seorang pejabat teras Pemkab Banyuwangi serta Direksi PT PBS juga mulai dimintai keterangan oleh Tim Penyidik Kejari. “Saya akan kembali dipanggil untuk diperiksa yang kedua kalinya pada Senen, 5 September 2016,” kata Mas Soeroso, sembari menunjukkan bukti surat panggilan dari Kejari.

Lalu, bagaimana perkembangan penanganan kasusnya oleh Kejari Banyuwangi? hingga memasuki tahun 2017 sekarang ini, nyaris tidak ada kabar tentang perkembangannya. Para pegiat LSM yang sebelumnya cukup gigih mengawal kasus ini, juga belum lagi nampak geliatnya, meski kasus tersebut sudah berbulan-bulan berada di meja kerja aparat Kejaksaan.

Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah; akankah kisah perjalanan Kapal LCT Putri Sritanjung yang nota-bene adalah milik rakyat Banyuwangi itu akan benar-benar tenggelam dan berakhir tragis? Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang..!! (selesai. Penulis adalah Wartawan Memorandum)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Mengenang Kisah Tragis Kapal LCT Putri Sritanjung (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*