Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Mengenang Kisah Tragis Kapal LCT Putri Sritanjung (1)

Mengenang Kisah Tragis Kapal LCT Putri Sritanjung (1)

(595 Views) January 13, 2017 5:29 pm | Published by | No comment

Banyak Yang Menjadi ‘Tumbal’

LCT Putri Sritanjung –  Banyuwangi

Oleh    ;

Eko Budi Setianto

Perjalanan sejarah dua buah kapal penyeberangan milik Pemkab Banyuwangi, LCT Putri Sritanjung dan LCT Putri Sritanjung I, sejak awal keberadaannya selalu diwarnai kejadian-kejadian tragis dan memilukan. Betapa tidak, sang penggagas usaha angkutan penyeberangan, (Alm) Ir H Samsul Hadi, harus menjadi ‘tumbal’ dan meringkuk dalam penjara setelah divonis bersalah melakukan korupsi karena me-mark up harga kapal.

Selanjutnya, beberapa pejabat teras Pemkab Banyuwangi, termasuk mantan Sekretaris Kabupaten, pengusaha pembuat kapal, dan 2 orang mantan wakil ketua DPRD, juga harus merasakan hal yang sama, meringkuk dalam penjara karena terseret kasus pengadaan dua buah kapal yang sempat menjadi kebanggaan Masyarakat Banyuwangi itu. Dan ternyata, armada angkutan laut yang sudah banyak menyumbang pemasukan ke kas daerah itu masih terus meminta ‘tumbal’.

Kamis, 9 Juni 2016 sekitar pukul 20.30 wib. Salah satu kapal, yakni; LCT Putri Sritanjung (Biru), mengalami musibah. Separuh badan bagian buritannya nungseb masuk ke dalam air setelah tidak mampu menampung rembesan air yang masuk karena hantaman ombak air pasang, di tempat pitching-nya disisi selatan Pelabuhan Ketapang. Kapal yang dikelola PT Pelayaran Banyuwangi Sejati (PBS) itu karam justru pada saat pitching (parkir) karena tidak dioperasikan.

Karamnya salah satu asset milik Pemkab Banyuwangi itu pun kemudian memunculkan ‘gonjang-ganjing’ permasalahan tentang system pengelolaan dan penangannya selama ini. Tidak sedikit kalangan yang menuding bahwa kejadian karamnya salah satu asset tersebut karena adanya unsur kesengajaan pembiaran oleh manajemen PT PBS selaku pengelola kapal, sehingga kapal rusak dan karam.

Menyikapi masalah tersebut, DPRD yang merupakan representasi rakyat Banyuwangi, dengan sigap langsung membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengungkap dan menangani kasusnya. Bahkan, Wakil Ketua DPRD, Ismoko, dengan tegas menyatakan bahwa Direksi PT PBS harus bertanggung jawab atas kejadian karamnya LCT Putri Sritanjung. “Kita akan terus mendorong untuk penyelsaian kasus ini. Salah satunya dengan membentuk Pansus. Jadi menurut saya, sudah tidak perlu lagi penggunaan hak interpelasi. Langsung pembentukan Pansus,” kata Ismoko.

Sementara itu, saat memimpin pertemuan dengan SKPD terkait dan Direksi PT PBS, Senin 13 Juni 2016, Wakil Ketua DPRD, HM Joni Subagio, malah dengan ekstrim menyatakan; harus ada yang dipenjara dalam kasus karamnya LCT Putri Sritanjung I ini. “Itu kapal kita, kapal rakyat Banyuwangi yang dibeli dengan uang rakyat. Kok dibiarkan tenggelam begitu saja. Kita akan dorong terus penanganan kasus ini sampai selesai. Saya janji, harus ada yang dipenjara dalam kasus ini,” tegas Joni Subagio, yang disamput teriakan-teriakan dukungan oleh puluhan karyawan PT PBS. (bersambung. Penulis adalah wartawan Memorandum)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Mengenang Kisah Tragis Kapal LCT Putri Sritanjung (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*