Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PERISTIWA » Massa Tolak Tambang Emas Kembali Bergolak

Massa Tolak Tambang Emas Kembali Bergolak

(768 Views) April 18, 2016 10:46 am | Published by | No comment
massa tolak tambang BSI Banyuwangi

– Spanduk penolakan yang dipasang oleh kelompok massa tolak tambang

Banyuwangi, Memorandum – Buntut dari aksi demo di depan Pemda Banyuwangi yang tidak ditanggapi Bupati Abdullah Aswar Anas, kelompok warga yang menolak kegiatan pertambangan emas Gunung Tumpangpitu dari  Dusun Pancer, Desa Sumberagung, kembali memanas. Minggu (17/4) kemarin, mereka beramai-ramai memampang spanduk berisi penolakan tambang di sepanjang jalan menuju tempat wisata Pulau Merah. Salah satunya bahkan dipasang persis di depan Kantor PT Bumi Sukses Indo (BSI).

Salah satu pendemo yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku, aksi tolak tambang emas itu akan terus dilakukannya hingga tuntutan warga di penuhi pihak Pemerintah dan PT BSI hengkang dari Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Terkait aksi tersebut, aparat Kepolisian hanya berjaga-jaga di sekitar kantor PT BSI dan areal pertambangan. “ Kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sumberagung benar-benar menolak keberadaan tambang emas,” kata Heri Budiawan, salah satu warga yang menolak pertambangan. Aksi pemasangan spanduk itu, kata Heri, dilakukan warga agar semua intansi Pemerintah Banyuwangi tahu bahwa masyarakat tidak menerima adanya tambang emas yang dikelola PT BSI.

Menurutnya, Bupati Abdullah Aswar Anas pernah janji terhadap massa tolak tambang untuk menemuinya. Selain itu Bupati Anas juga berjanji mau mengadakan pertemuan dengan massa.

“Ternyata janji-janji Bupati tidak ditepati. Berarti Bupati itu munafik,” ungkapnya dengan nada jengkel. (swa)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Massa Tolak Tambang Emas Kembali Bergolak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*