Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Manajemen Pelayaran Banyuwangi Sejati Tidak Merawat Kapal

Manajemen Pelayaran Banyuwangi Sejati Tidak Merawat Kapal

(820 Views) June 24, 2016 8:13 pm | Published by | No comment
Pansus PT PBS

– Ketua Pansus PT PBS, Ir H Nauval Badri, saat melihat dari dekat kondisi LCT Putri Sritanjung I

Banyuwangi, Memorandum – Usai melakukan rapat kerja bersama BPKAD dan Bagian Perekonimian Pemkab. Banyuwangi, Pansus Penyelamatan Persoalan PT PBS, DPRD melakukan tinjau lapang ke Kantor PT PBS selaku perusahaan penyewa dua kapal milik pemerintah Daerah. Rombongan Pansus yang dipimpin langsung Ketua Pansus, Ir H Naufal Badri, juga melihat langsung kondisi kapal LCT Sritanjung I setelah mengalami karam.

Di Kantor PT PBS, rombongan Pansus merasa prihatin dengan kondisi kantor PT PBS yang nampak tidak ada aktifitas kerja layaknya sebuah perusahaan pelayaran. “Ini perusahaan pelayaran yang 90 persen sahamnya milik Pemerintah Daerah, kok tutup dan tidak ada  aktifitas? Sudah kelihatan kalau menejemennya tidak profesional,” ucap H Naufal Badri dihadapan awak media, Kamis (23/6)

Naufal Badri mengatakan, dari keterangan yang disampaikan beberapa karyawan PT PBS yang ditemuinya, bahwa aktifitas kerja menejemen PT PBS sepi dan terkesan tidak aktif karena dampak dari tidak beroperasinya Kapal LCT Sritanjung Merah. “Kapal Sritanjung Merah tidak beroperasi karena Nakhoda Utama mengundurkan diri sejak tanggal 15 juni lalu. Hal tersebut disebabkan menejemen belum memenuhi hak karyawan,” ungkap salah satu karyawan PT PBS yang enggan disebut namanya, ketika memberikan keterangan kepada Pansus.

Selain hal itu, temuan  Pansus dilapangan, sangat prihatin dengan kondisi kapal LCT Sritanjung Merah yang kurang terawat dengan benar. Terbukti banyak anjungan kapal yang berkarat dan lubang,dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk memperbaiki. “Kesimpulan dari tinjau lapang Pansus, dua kapal LCT Sritanjung tidak dilakukan maintenen atau perawatan dengan baik oleh PT PBS,” ungkap adik Kandung Mantan Bupati Banyuwangi, Ir. Samsul Hadi.

Berikutnya terkait dengan kondisi Kapal LCT Sritanjung I setelah mengalami karam. Pansus menilai kapal tersebut sudah tidak dapat dipergunakan lagi, karena lambung kapal patah.  Sehingga Pansus mengingatkan kepada menejemen PT.PBS harus mengembalikan kondisi kapal seperti semula, sebelum dikembalikan kepada pemerintah daerah sebagai pemilik.

Sementara anggota Pansus PT.PBS dari fraksi PDI-Perjuangan, Salimi menyayangkan sikap karyawan PT.PBS yang memberhentikan sepihak operasional kapal LCT Sritanjung Merah yang sebenarnya masih layak dioperasikan dan dapat menghasilkan pundi-pundi pendapatan. Karena itu, Salimi menghimbau kepada karyawan untuk segera mengoperasikan kapal tersebut. “Jika kapal ini beroperasi, menejemen dipastikan dapat menyelesaikan persoalan hak karyawan.  Mohon untuk segera bekerja, jangan  sepihak memberhentikan operasional kapal. Pansus DPRD ingin menyelamatkan aset  maupun karyawan agar dapat normal kembali,” tegas Salimi dihadapan karyawan PT.PBS.

Salimi juga meminta kepada Satpol PP untuk segera membuka  Pol PP line yang mengitari kapal LCT Sritanjung I.  Penjagaan  aset kapal LCT Sritanjung I masih menjadi tanggungjawab menejemen PT.PBS bukan Satpol PP, karena kapal tersebut belum dikembalikan secara resmi oleh menejemen kepada Pemerintah Daerah. (ydi)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

 

Categorised in:

No comment for Manajemen Pelayaran Banyuwangi Sejati Tidak Merawat Kapal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*