Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » LMDH Wonosari Minta Laporan Dana Ubin Kopi Transparan

LMDH Wonosari Minta Laporan Dana Ubin Kopi Transparan

(833 Views) January 7, 2016 9:45 am | Published by | No comment

LMDH Wonosari

Banyuwangi memorandum – Diduga terjadi penyelewengan dana ubin (shering tanaman kopi) dan penyalahgunaan wewenang jabatan dilakukan Ketua Sementara Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonosari, Suhri atau Pak Alfin (46). Masyarakat sekaligus anggota LMDH Desa Banyuanyar yang tinggal disekitar mengadakan rapat koordinasi bersama Muspika Kalibaru, bertempat di kantor Balai Desa Banyuanyar, Rabo (5/1).

Mereka mendesak dan meminta pertanggungjawaban Suhri atas dana shareng yang dicurigai bermasalah. Karena dana sharing tersebut ditarik dari masyarat petani kebun yang menggarap lahan milik Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat. “Perhektar kami ditarik sekitar Rp. 300 ribu sampai Rp. 350 ribu. Satu petani ada yang menggarap lebih satu hektar, sedangkan jumlah luasan tanah yang digarap ada puluhan hektar,” ungkap Abdur Rasek (50) anggota LMDH.

Lebih jauh dikatakan Rasek yang dikenal volak dalam rapat menjelaskan Suhri hanya menjabat sementara. Karena Ketua LMDH Wonoasri Poniran pergi ke tanah suci. Disayangkan, tanpa ada perintah Poniran, yang bersangkutan berani menarik ubin kepada masyarakat daerah hutan Petak 1A dan petak 74 BKPH Banyuwangi Barat.

“Oleh karena sebab itu kami sebagai masyarakat daerah hutan hari ini ingin keterangan yang jelas. Kemana rincian dana itu? Jika tidak ada penjelasan kami akan membawa kasus ini ranah Hukum. Masalahnya Suhri tidak punya kewenangan untuk menarik shering kopi kepada masyarakat, karena sifatnya hanya menjadi Ketua LMDH Wonoasri,” imbuhnya.

Pertemuan itu, tidak membuahkan jawaban yang memuaskan masyarakat. Pasalnya Suhri memilih bungkam dan meminta waktu.

Sementara Camat Kalibaru, Edy S ditemui Memorandum mengatakan, semjua sudah jelas ujung pangkalnya. Pertama jelas bahwa  kewenangan itu dicabut sesuai anggran dasar, yang kedua akan dilaksakan rapat anggota, mempertanggung jawabkan segala bentuk pertanggung jawaban ketua LMDH Wonoasri Poniran yang bernotaris. “Segala bentuk keputusan harus disetujui dan dihormati semua pengurus,” ujar Edy.

Pihak Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat, melalui Asper BKPH, H. Joko enggan menyebutkan total keseluruhan luasa hektar lahan perhutani yang dikelola LMDH Wonosari. “Luasan tanah itu baku, kami tidak bisa menjelaskan dengan detail. Tanya saja sama Suhri berapa luasnya dan berapa yang ditarik,” ungkapnya via telephone pribadinya. (fai)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for LMDH Wonosari Minta Laporan Dana Ubin Kopi Transparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*