Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Lindungi Konsumen Disperindagtam Gelar Sosialisasi Klausula Baku, Standarisasi, Lebel dan Distribusi Barang

Lindungi Konsumen Disperindagtam Gelar Sosialisasi Klausula Baku, Standarisasi, Lebel dan Distribusi Barang

(1245 Views) June 25, 2014 10:15 pm | Published by | No comment

disperindagtam banyuwangi

BANYUWANGI – Pesatnya perkembangan sektor ekonomi di Banyuwangi sangat mengembirakan bagi pelaku usaha, disisi lain mengkhawatirkan bagi para konsumen. Karena, para pelaku usaha biasa menggunakan klausulabaku pada faktur/ bon dalam kuintansi pembayaran saat melakukan transaksi, sehingga merugikan konsumen. Contoh saat membeli barang di suatu toko, pelaku usaha biasanya kuitansi kepada konsumen dan tertera tulisan barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan lagi. “Padahal barang yang dibeli ada yang cacat tanpa diketahui sebelumnya, tetapi karena ada klausula baku barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan, konsumen tidak memiliki kekuatan apapun,” jelas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Hari Cahyo P, di Hotel Tanjung Asri Rabu (25/6).

Berkaitan dengan hal itu, kata Hari, pemerintah menggelar  sosialisasi klausula baku, standarisasi, lebel dan distribusi sesuai Undang-undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dikatakan Hari, sosialisasi ini perlu diterapkan sehingga pelaku usaha bisa mengetahui hak dan kewajibannya dan sadar atas kekeliruannya, sehingga tidak terjerat hukum atas tindakkannya yang melenceng dari undang-undang. Begitu pula sebaliknya, konsumen tidak dirugikan oleh klausula baku dan hak-haknya dipenuhi oleh pelaku usaha.

Selain klausula baku, ada sosialisasi standarisasi,lebel dan distribusi barang yang dijelaskan kepada para pelaku usaha. Karena lanjut Harri,  masih banyak pelaku usaha khususnya di Banyuwangi yang belum memenuhi Standarisasi Nasional Indonesia. Padahal SNI sendiri saat ini yang wajib ada 117 komoditi baik produk import maupun dalam negeri. Diantaranya, air minum dalam kemasan, tepung terigu dan garam beryodium dan produk elektronik. Sosialisasi yang menghadirkan sejumlah pelaku usaha di Banyuwangi, diantaranya pelaku usaha koperasi, pasar moderen, penjual emas, lembaga pembiayaan, kendaraan bermotor, apotek dan pelaku usaha toko obat cukup menarik perhatian.

Selanjutnya, sebagai tindak lanjut dari sosialisasi ini Disperindagtam akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pelaku usaha perdagangan, seperti pertokoan, perbelanjaan, lembaga keuangan dan  jasa lainnya di Banyuwangi, guna melihat produk barang para pelaku usaha sesuai dengan standarisasi dan lebelnya. Kalau dalam sidak ditemukan barang yang belum memenuhi standarisasi, kami akan tindak secara persuasive, dengan peringatan dan teguran. Kalau masih belum berubah tentunya kami akan berikan sanksi sesuai Undang-undang No 3 Tahun 2014 tentang industri, Undang-undang No 7 tentang Perdagangan dan juga Undang-undang No 8 Tahun 1999 Perlindungan Konsumen (UUPK), dan sesuai undang-undang. “Hal ini kami maksudkan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan tumbuhnya hubungan yang sehat antara pelaku usaha dan konsumen,” ujarnya.

Selain para pelaku usaha, sosialisasi ini juga menghadirkan Kepala Bidang Pelaksanaan Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Timur, Endang Wahyuningsih sebagai nara sumber dan Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Kabupaten Banyuwangi Drs Wiyono, untuk membuka acaranya. (Humas Protokol)

Categorised in:

No comment for Lindungi Konsumen Disperindagtam Gelar Sosialisasi Klausula Baku, Standarisasi, Lebel dan Distribusi Barang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*