Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Kota Boom Marina Banyuwangi, Warga Tolak Relokasi ke Kawasan Meneng

Kota Boom Marina Banyuwangi, Warga Tolak Relokasi ke Kawasan Meneng

(455 Views) November 1, 2016 10:53 am | Published by | No comment
direlokasi-ke-kawasan-meneng

– Deretan Rumah warga RT 03 RW 03 Lingkungan Krajan, Kelurahan Kampung Mandar, yang masuk wilayah kerja PT Pelindo III, yang akan segera dikosongkan.

Banyuwangi, Memorandum – Relokasi terhadap 133 KK warga Kelurahan Kampung Mandar yang tinggal di RT 03 RW 03 Lingkungan Krajan, wilayah Pelabuhan Boom, ditargetkan tuntas pada bulan Nopember ini. Namun demikian, dari dua kali sosialisasi yang dilakukan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku eksekutor yang ditunjuk Kementerian Perhubungan, ternyata sebagian warga masih menolak rencana tersebut.

Informasi yang diperoleh Memorandum, warga yang sudah puluhan tahun tinggal di kawasan Pantai Boom itu rencananya akan direlokasi ke daerah Meneng, di sekitar ‘warung panjang’, sebelah barat Pelabuhan Tanjungwangi, Ketapang. Untuk kepentingan tersebut, pihak PT Pelindo III telah menyediakan lahan seluas 1 hektare untuk ditempati warga dengan status sewa.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan surat perjanjian yang dibuat antara PT Pelindo III dengan warga, disebutkan bahwa lahan (tanah) di kawasan Pantai Boom yang ditempati oleh Warga Kampung Mandar tersebut berstatus sewa. Pada pasal 4 surat perjanjian itu disebutkan, pihak kedua menggunakan tanah sebagaimana tersebut pada pasal 3 semata-mata untuk keperluan rumah tinggal sesuai permohonan pihak kedua, dengan catatan apabila sewaktu-waktu diperlukan maka pihak dua bersedia mengembalikan tanah dimaksud dalam keadaan kosong kepada pihak satu.

Terkait rencana relokasi tersebut, Mujiono, tokoh masyarakat setempat, berharap agar relokasi dilakukan secara bijak dan memahami kondisi warga. “Dengan ditanda-tanganinya surat perjanjian sewa, itu berarti pengakuan bahwa tanah yang ditempati bukan miliknya. Warga harus memahami masalah itu. Namun demikian, kita berharap pihak eksekutor juga tidak semena-mena memperlakukan warga. Kalaupun masih ada warga yang keberatan, tentu ada yang masih diinginkan oleh warga. Makanya, kita harus duduk bersama untuk mencari solusi,” kata Mujiono.

Dijelaskan, selain karena jauh dari tempat tinggal semula, alasan lain tentang keberatan warga adalah masalah sewa tanah. “Dalam sosialisasi dijelaskan, lahan di lokasi yang baru nanti warga diberi keringanan berupa gratis sewa selama satu tahun. Sedangkan warga menginginkan agar gratis sewa selama lima tahun. Selain itu juga masalah biaya bongkar-pasang rumah, yang sebagian warga masih merasa keberatan,” kata Mujiono. (bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Kota Boom Marina Banyuwangi, Warga Tolak Relokasi ke Kawasan Meneng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*